BREAKING NEWS
 

Berpidato di Tanwir Muhammadiyah

Mendikdasmen Ajak Bersinergi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 6 Desember 2024 17:31 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah/Mendikdasmen, Prof Abdul Muti. (Foto: Dok. Muhamamdiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara ekonomi maju ditandai pendidikan yang maju. Negara seperti Singapura dan Finlandia maju karena pendidikan maju dan bermutu.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti, di hadapan enam ratus peserta Sidang Tanwir Muhammadiyah, di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/12/2024). Di Muhammadiyah, Sidang Tanwir merupakan forum tertinggi kedua setelah Muktamar. Sidang ini dihadiri jajaran Pimpinan Pusat, jajaran Unsur Pembantu Pimpinan, Pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), dan Pimpinan Wilayah se-Indonesia. Sidang ini mengambil bertema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”.

Abdul Mu’ti menerangkan, pendidikan bermutu untuk semua merupakan amanat UUD 1945. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ini, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, yang merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Baca juga : Pidato Di Tanwir Muhammadiyah, Prabowo: Saya Bertekad Capai Pemerintahan Bersih

“Bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.

Mu’ti mengharapkan, warga Muhammadiyah bisa bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan visi itu. Harapan itu bukanlah tanpa alasan. Sebab, Muhammadiyah secara nyata telah menjadi pengelola lembaga pendidikan terbesar di Indonesia.

Adsense

“Jumlah sekolah swasta yang paling banyak di Indonesia adalah sekolah yang dikelola Muhammadiyah. Begitu pula jumlah murid swasta terbesar belajar di perguruan Muhammadiyah,” jelasnya, disambut tepuk tangan peserta.

Baca juga : Kemendes dan Kemendagri Bersinergi Sukseskan Program Pemerintah

Data per April 2024, terdapat 1.054.000 murid yang belajar di sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Jumlah guru terbanyak juga yang mengajar di Muhammadiyah, termasuk guru yang lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari 110.000 lebih guru lulus PPPK, lebih dari 10.000 dari Muhammadiyah. 

Mu’ti melanjutkan, beberapa yang bisa dilakukan bersama adalah wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan prasekolah. Pendidikan prasekolah yang paling banyak adalah Aisyiyah. Artinya, keberhasilan wajib belajar 13 tahun ditentukan ibu-ibu Aisyiyah melalui Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal.

Kerja sama lain dengan Muhammadiyah adalah layanan pendidikan bermutu untuk semua khusus di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Keberhasilan layanan pendidikan di daerah 3T sebagian perlu mendapat dukungan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), dukungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Lembaga Dakwah Khusus (LDK). Di daerah 3T undang undangnya satu desa satu PAUD, itu bisa digarap LPCRPM.

Baca juga : Peringati Hari Ayah, Telkomsel Ajak Anak Muda Lebih Dekat Dengan Orang Tua

Menurut Mu’ti, di daerah terpencil, tidak terjangkau layanan sekolah. Sehingga dilakukan pendekatan melalui relawan pendidikan atau relawan mengajar. Karena itu, bisa bersinergi dengan LDK, selain mengajar juga berdakwah di kalangan komunitas.

Mu’ti berharap memperoleh dukungan agar program-program pendidikan terus berjalan. “Itulah beberapa hal yang akan saya sampaikan untuk nanti bisa menjadi sinergi bersama dalam memajukan Pendidikan, mewujudkan pendidikan bermutu menuju bangsa yang bermutu,” tutup Mu’ti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense