BREAKING NEWS
 

Sosialisasi Hidroponik Sederhana di Korleko Selatan, Solusi Pertanian Berkelanjut

Writer : Lalu Rosmawan
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 20 Februari 2025 18:04 WIB
Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Korleko Selatan

Dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, Kelompok KKN PMD Universitas Mataram (Unram), Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengadakan sosialisasi dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media hidroponik dan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Korleko Selatan, Jumat (31/1/2025), dan mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir.

Ketua KKN PMD Korleko Selatan Muhammad Sopian Holis menyampaikan, munculnya ide program kerja ini berawal dari kondisi di Desa Korleko Selatan, dengan limbah botol bekas dan kotoran sapi belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, mahasiswa KKN berinisiatif mengolah limbah yang sebelumnya dibiarkan begitu saja menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Desa Korleko Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir berbagai kalangan masyarakat, mulai dari peternak, petani, pemuda-pemudi, ibu-ibu PKK, sampai Sekertaris Desa dan para Kepala Wilayah di Desa Korleko Selatan. Berdasarkan sambutan Sekertaris Desa, perangkat desa mendukung dan berterima kasih dengan seluruh produk hasil dari program kerja kelompok KKN PMD di Desa Korleko Selatan.

Baca juga : Akademisi Bedah Teori Denny JA Tentang Agama Dan Pembangunan Berkelanjutan

Pembuatan Hidroponik

Hidroponik merupakan sistem budidaya pertanian tanpa tanah yang menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman, diperkaya dengan nutrisi. Dalam kegiatan ini, KKN PMD Desa Korleko Selatan menggunakan metode hidroponik sistem wick.

Baca juga : Ekonom: Efisiensi APBN Bentuk Kesadaran Kesehatan Perekonomian Negara

Hidroponik sistem wick merupakan sistem hidroponik yang mengandalkan sumbu sebagai penyalur air dan nutrisinya. Sumbu yang digunakan yaitu kain flanel sebagai media penyaluran air sehingga nutrisi tanaman hidroponik selalu terpenuhi.

Tanaman yang dipilih sebagai praktik adalah selada, karena relatif mudah ditanam dan memiliki waktu panen yang singkat. Penggunaan larutan nutrisi AB mix yang diaplikasikan dalam sistem hidroponik ini dirancang untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman secara optimal, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan lebih sehat. 

Pembuatan Pupuk Organik

Baca juga : Sidang Sengketa Pilkada Kabupaten Serang, Ini Pandangan Guru Besar UMJ

Pupuk organik merupakan hasil pengolahan limbah organik yang kaya akan nutrisi untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Dalam kegiatan ini, Kelompok KKN PMD Unram Desa Korleko Selatan terlebih dahulu membuat larutan fermentasi antara molase (gula merah) dengan EM4. Hasil larutan fermentasi ini, kemudian akan dicampurkan dengan air menggunakan ukuran 10 kali dari kotoran sapi kering yang digunakan.

Proses pencampuran dilakukan secara bertahap. Kotoran sapi terlebih dahulu dimasukkan ke dalam karung, baru kemudian larutan fermentasi disiram secara merata di atasnya. Hal ini dilakukan dalam beberapa kali ulangan sehingga proses dekomposisi dapat mudah terjadi.

Kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan teknologi pertanian modern saja, tetapi sebagai motivasi dan inovasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan dan mengolah limbah agar lingkungan di Desa Korleko Selatan lebih terjaga lagi.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense