Saya, sebagai mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro (Undip) 2025 dari Program Studi Teknik Mesin, menyelenggarakan program “Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Komposter Susun Sederhana”, di Kantor Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan sampah organik dan memperkenalkan salah satu metodenya, yaitu menggunakan komposter susun.
Peserta kegiatan terdiri dari Ibu-Ibu Pengurus Pokja 3 PKK Kelurahan Kepatihan yang menjadi penanggung jawab program PKK pada bidang pangan dan pemanfaatan pekarangan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pokja 3 PKK mengenai pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga, sekaligus menjadi implementasi SDGs ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pengolahan sampah seringkali menjadi permasalahan di wilayah urban, termasuk di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Sebagai wilayah yang diisi pemukiman, pertokoan, dan pasar, banyak sampah organik rumah tangga yang diproduksi. Padahal lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah ini tidak menjangkau ke seluruh RT/RW. Oleh karena itu, pengolahan sampah secara mandiri menjadi tantangan tersendiri mengingat ketersediaan lahan yang terbatas.
Baca juga : Menteri Agus Sulap Nusakambangan Sebagai Pusat Ketahanan Pangan
Gambar 1. Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Komposter Susun Sederhana (Foto: Dok. Pribadi)
Gambar 2. Penjelasan Mengenai Bagian-Bagian Komposter Susun (Foto: Dok. Pribadi)
Gambar 3. Penyerahan Komposter kepada Pokja 3 PKK Kelurahan Kepatihan (Foto: Dok. Pribadi)
Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai langkah pembuatan alat komposter susun sederhana dari ember, pipa, dan keran. Langkah pembuatan alat komposter yaitu:
- Menyiapkan 2 ember (ember cat atau selai) beserta tutupnya, pipa paralon ¾ inci, mur penyambung pipa, dan keran air.
- Salah satu ember disiapkan untuk susunan bagian bawah sebagai penampung tetesan pupuk cair, lalu melubangi ember tersebut di bagian samping untuk keran air dan bagian tengah tutupnys untuk memasang pipa. Selanjutnya melubangi bagian bawah ember lainnya yang disiapkan untuk susunan bagian atas sebagai penampung pupuk kompos padat. Besar lubang disesuaikan berdasarkan ukuran pipa dan keran.
- Memasang pipa pada tutup ember bawah dan menambah lubang-lubang kecil pada tutup ember bawah serta bagian bawah ember atas. Pipa dan lubang-lubang kecil berfungsi sebagai sirkulasi udara untuk proses pembuatan kompos.
- Menumpuk ember dan menyesuaikan posisi dengan pipa. Setelah itu, komposter telah tersusun. Apabila diperlukan, perekat semacam lem atau tali bisa digunakan.
Baca juga : DKI Pastikan Kebutuhan Pangan Warga Terpenuhi
Alat komposter susun ini dapat membantu mengolah sampah organik sekaligus memproduksi pupuk padat dan cair tanpa memerlukan lahan luas, sehingga cocok untuk digunakan di tingkat rumah tangga di Kelurahan Kepatihan. Sampah organik yang dapat diolah meliputi sampah coklat (kering) dan sampah hijau (basah). Sampah coklat merupakan sampah yang kaya kandungan karbon dan memiliki ciri kering, kasar, dan berwarna cenderung coklat. Sedangkan sampah hijau merupakan sampah yang kaya kandungan nitrogen dan mikroba, serta memiliki ciri berair dan cenderung berwarna hijau. Hasil dari pengolahan sampah menggunakan komposter adalah pupuk organik cair dan pupuk organik padat (kompos).
Cara menggunakan alat komposter untuk membuat kompos yaitu:
- Memasukkan sampah organik ke dalam komposter dengan urutan sampah coklat, sampah hijau, dan ditutup sampah coklat.
- Menyemprotkan larutan bioaktif dekomposer ke sampah organik yang telah dimasukkan ke dalam komposter.
- Menutup komposter. Pengisian komposter dilakukan terus dengan urutan yang sama hingga komposter penuh.
- Setelah komposter penuh, pupuk cair bisa dipanen dari ember bawah mulai 1 bulan pertama setelah komposter penuh. Sedangkan pupuk padat bisa dipanen dari ember atas mulai 2 bulan setelah komposter penuh atau ketika sudah kehitaman dan tidak berbau.
Ketua Pokja 3 PKK Kelurahan Kepatihan mengapresiasi program ini. Mereka berharap dapat diterapkan dengan baik oleh Ibu-Ibu Pokja 3 PKK Kelurahan Kepatihan.
Baca juga : KBRI Jepang Perkuat Sinergi Dengan Kepolisian Untuk Pelindungan WNI
Pada akhir program, Komposter diserahkan kepada Pokja 3 PKK Kelurahan Kepatihan untuk dapat dimanfaatkan dan digunakan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Kepatihan mampu menyadari pentingnya memahami pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain itu, dengan alat komposter susun sederhana, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.