BREAKING NEWS
 

Bahas Inovasi Kebijakan Penyelesaian Konflik Agraria, Andi Saiful Haq Lulus Doktor

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 21 Mei 2025 10:47 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik (DAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Andi Saiful Haq membahas Inovasi Kebijakan Penyelesaian Konflik Agraria di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada sidang promosi doktor di Auditorium Kasman Singodimedjo FISIP UMJ.

Andi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Implementasi Kebijakan Penyelesaian Konflik Agraria Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ia berhasil lulus menjadi doktor ke-5 dengan predikat lulus dengan pujian. Disertasinya mengangkat isu strategis terkait penyelesaian konflik agraria dalam proyek pembangunan IKN Nusantara.

Baca juga : Ngadu ke Hakim, Ronny Keberatan Penyelidik KPK Jadi Saksi Sidang Hasto

Dalam penelitiannya, Andi mengusulkan sebuah model inovatif yang dikenal dengan Model ANDI (Afirmasi – Negosiasi – Deliberasi – Implementasi Berkelanjutan), sebagai solusi mitigasi risiko dan resolusi konflik agraria yang komprehensif.

“Pendekatan mitigasi sangat diperlukan untuk kasus-kasus yang secara hukum sulit untuk diselesaikan. Model ANDI ini menggabungkan langkah afirmasi, negosiasi, deliberasi, dan implementasi berkelanjutan yang dapat mengurangi ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

Adsense

Model ANDI yang dikembangkan menjadi temuan baru (novelty) dalam penelitian ini. selain itu juga bertujuan untuk memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat adat yang kerap kali menghadapi ancaman kehilangan tanah mereka tanpa adanya sertifikat yang sah.

Baca juga : Bukan Pemicu Keretakan Pernikahan Arya Saloka

Andi mengatakan, tanpa perlindungan yang memadai, pembangunan IKN Nusantara berpotensi menimbulkan perselisihan dengan hak masyarakat adat yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik agraria di IKN.

“Model afirmasi ANDI ini tidak hanya diterapkan pada IKN, tetapi juga bisa diterapkan untuk proyek-proyek strategis nasional lainnya yang melibatkan konflik agraria,” tambahnya.

Baca juga : Samsung Insight Ungkap Kebiasaan Generasi Muda di Asia Tenggara

Sidang ini dipimpin Rektor UMJ Prof dr. Ma’mun Murod, dengan tim penguji prof. Dr. Andriansyah, Prof. Dr. Taufiqurrahman, Prof. Dr. Evi Satispi, Prof. Dr. Agus Suradika dan Prof. Dr. Ibnu Sina Chandranegara.

Selain itu hadir juga sebagai penguji tamu dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekonomi (Dirjen KSDAE) Kementerian Kehutanan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko.

Turut hadir Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Komisaris MIND ID Grace Natalie, dan beberapa menteri lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense