Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Samsung Insight Ungkap Kebiasaan Generasi Muda di Asia Tenggara
Sabtu, 19 April 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Samsung Electronics Co., Ltd. mengumumkan hasil survei AI tahun 2024, yang mengungkap bahwa anak muda di Asia Tenggara (SEA) tidak hanya menyaksikan revolusi AI, tetapi juga secara aktif menggunakannya. Survei yang dilakukan pada 884 anak muda pada usia 13-24 tahun di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 9 dari 10 anak muda sudah menggunakan AI dalam rutinitas sehari-hari, dan platform utama yang mereka gunakan untuk mengakses layanan AI adalah melalui perangkat seluler mereka.
President and CEO of Southeast Asia and Oceania for Samsung Electronics, CU Kim dalam keterangan tertulis pada media, Sabtu (19/4) mengatakan, selalu antusias membantu generasi muda mendatang di wilayah kami untuk mencapai potensi penuh mereka melalui teknologi inovatif dan program global Corporate Citizenship kami. Itulah sebabnya kami berusaha memahami harapan dan aspirasi anak muda di wilayah kami.
"Dalam temuan survei ini, menunjukkan bahwa anak muda di Asia Tenggara merupakan penggguna AI tertinggi dan percaya pada potensinya untuk membentuk karier masa depan mereka atau untuk mendorong kebaikan sosial. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk terus memberdayakan generasi mendatang dengan inovasi AI yang bermakna, dan Samsung berkomitmen untuk membantu anak muda dalam membuka kemungkinan baru, memperkuat kreativitas mereka, dan mendorong perubahan positif di komunitas mereka." Ujarnya.
Berdasarkan hasil temuan survei, AI bukan lagi sebuah konsep masa depan bagi anak muda di Asia Tenggara, yang mana AI merupakan realitas masa kini yang memberdayakan mereka untuk berkembang dalam semua aspek kehidupan mereka. Sebanyak 9 dari 10 pemuda telah memasukkan perangkat dan layanan AI ke dalam rutinitas harian mereka, menggunakannya untuk belajar, berkreasi, tetap mendapatkan informasi, dan mendorong perubahan positif di komunitas mereka. Secara khusus, tiga penggunaan AI harian teratas adalah untuk belajar (78%), kreativitas (56%), dan untuk mendapatkan informasi (38%). Sementara untuk konsumen Indonesia memiliki sedikit perbedaan yaitu 73% untuk belajar, 56% untuk kreativitas dan 32% untuk mendapatkan informasi.
Samsung berada di garis depan yang menghadirkan perangkat dan layanan AI bagi semua orang melalui Galaxy AI, yang meningkatkan komunikasi, menumbuhkan kreativitas, dan meningkatkan produktivitas. Seri Samsung Galaxy S25 yang baru merupakan contoh bagaimana Samsung terus menetapkan standar baru tentang apa yang dapat dilakukan oleh smartphone AI, dengan memahami kebutuhan dan preferensi pengguna untuk memberikan pengalaman AI yang dipersonalisasi dengan privasi yang terjamin.
Anak muda di Asia Tenggara merasa optimis tentang masa depan kariernya di era AI, dan secara proaktif mempersiapkan diri untuk peluang baru dengan mengembangkan keterampilan yang relevan. Sebanyak 65% anak muda di Asia Tenggara percaya bahwa AI akan menciptakan peluang kerja baru, angka ini bahkan lebih tinggi di Indonesia, yakni 72%. Di sisi lain, 81% anak muda Asia Tenggara, dan 65% di Indonesia, juga menyadari bahwa kehadiran AI kemungkinan akan menyebabkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan. Kesadaran ini menunjukkan bahwa meskipun optimis, anak muda tetap realistis dan terdorong untuk membekali diri dengan keterampilan yang sesuai untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Baca juga : Zelensky Tunggu Tanggapan AS Atas Gencarnya Serangan Rusia Ke Ukraina
Melalui perluasan fitur AI pada lebih banyak perangkat Galaxy seperti seri Galaxy S25 terbaru serta Galaxy A56 5G, A36 5G, dan A26 5G, Samsung berkomitmen untuk memberdayakan lebih banyak pengguna dengan membuat AI lebih mudah diakses di berbagai model. Fitur interaktif seperti Circle to Search oleh Google dan Math Solver di Samsung Notes membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendalam yang menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna.
Pendekatan Samsung terhadap AI mengutamakan keamanan dan privasi, sebagaimana dicontohkan oleh fitur-fitur seperti Personal Data Engine pada seri Galaxy S25 yang baru. Hal ini memastikan pengalaman AI yang personal dan sesuai konteks dengan perlindungan yang kuat untuk data pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung yang terhubung. Untuk seluruh perangkat Galaxy, inovasi seperti Knox Vault menjaga data yang dipersonalisasi tetap privasi dan aman sekaligus menjadi dasar bagi anak muda untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka menggunakan AI seluler, dengan penuh percaya diri.
Investasi berkelanjutan dalam pendidikan dan infrastruktur AI sangat penting dalam memastikan akses yang adil terhadap manfaat revolusi AI. Samsung berdedikasi terhadap hal ini melalui program globalnya Corporate Citizenship, seperti kontes global Samsung Solve for Tomorrow, yang memberdayakan anak muda untuk memanfaatkan teknologi untuk kebaikan sosial.
Baca juga : Jangan Panik! Ini Solusi Jika Kehilangan Barang di Dufan
Program seperti Samsung Innovation Campus meningkatkan kemampuan kerja anak muda melalui kursus-kursus tentang AI, Internet of Things, dan Big Data, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kerja generasi mendatang. Dengan mengembangkan literasi AI dan menyediakan perangkat inovatif yang tepat melalui inisiatif-inisiatif ini, lebih banyak kaum muda akan diperlengkapi untuk berkembang di dunia AI dan teknologi baru di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya