RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Mercu Buana (UMB) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Hal ini dibuktikan dengan rencana peluncuran UMB Store sebagai business incubator atau inkubator bisnis mahasiswa yang dijadwalkan secara resmi pada bulan September atau Oktober 2025 mendatang.
Menurut Wakil Rektor, Dr. Irmulansati Tomohardjo, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Santi, kegiatan ini merupakan bagian dari visinya menjadikan UMB sebagai pusat kewirausahaan kampus (center of entrepreneurship).
Sebagai bentuk pengenalan awal, pihak universitas telah melakukan soft launching UMB Store dengan mengizinkan mahasiswa memajang produk mereka di area Akurasi sejak Juli 2025.
"Kita sedang siapkan ruangan khusus yang akan direnovasi untuk tempat display produk-produk mahasiswa. Ini adalah bagian dari langkah awal untuk membiasakan mahasiswa terjun ke dunia bisnis secara nyata," jelas Santi.
Baca juga : Sidang Lanjutan Kasus Investasi Taspen, Saksi Beberkan Alur Teknis
UMB juga turut serta dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), sebuah program tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyediakan dana hibah untuk pengembangan usaha mahasiswa.
Tahun ini, UMB mengajukan 12 proposal bisnis mahasiswa dan telah lolos 7 di antaranya. Seluruh tim yang lolos akan mengikuti proses kurasi lanjutan di ajang KMI Expo 2025 yang rencananya akan digelar di Magelang.
"Target kami semua proposal bisa lolos seleksi nasional. Ini adalah peluang besar agar mahasiswa UMB bisa naik kelas dalam dunia usaha," ujar Santi.
UMB juga menjalin kolaborasi erat dengan Kementerian Koperasi dan UMKM melalui program Entrepreneur Hub, yang menjadi jembatan penghubung antara mahasiswa dan pelaku industri maupun investor.
"Kami tak hanya membina secara internal, tapi juga membuka jaringan ke luar agar mahasiswa benar-benar bisa berwirausaha dengan dukungan nyata," ujar Daru dari Biro Kewirausahaan UMB.
Baca juga : Stabilkan Keuangan di Masa Depan, MSIG Life Luncurkan Produk SMART
Menjawab tantangan era digital, UMB telah mendorong mahasiswa untuk menggunakan teknologi dalam usaha mereka.
Salah satu contoh konkret adalah penerapan sistem pembayaran nontunai dengan QRIS dalam transaksi di UMB Store.
"Kami tidak ingin bisnis mahasiswa hanya terbatas pada makanan dan minuman. Setiap program studi harus mengembangkan produk atau jasa yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka, termasuk layanan digital dan teknologi," ungkap Daru.
Mulai tahun 2025, UMB memberlakukan mata kuliah kewirausahaan wajib (MKJO) minimal 12 SKS bagi seluruh mahasiswa lintas program studi.
Penerapan kurikulum ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus siap berwirausaha.
"Sejak 2005 MKJO sudah ada, tapi baru tahun ini kami implementasikan secara penuh. Harapannya, saat lulus nanti mahasiswa sudah memiliki usaha rintisan," kata Prapto, dosen pembimbing wirausaha UMB.
UMB juga aktif melakukan edukasi kepada orang tua mahasiswa agar mendukung pilihan anak-anaknya menjadi pengusaha.
"Tidak semua kesuksesan berasal dari jadi karyawan. Banyak pengusaha sukses lahir dari kampus. Karena itu, kami terus dorong mental entrepreneur sejak kuliah," tambah Daru.
Dengan semua program unggulan yang dijalankan mulai dari peluncuran UMB Store, partisipasi dalam P2MW, hingga dukungan kurikulum dan jaringan investor UMB semakin mantap menapaki jalur sebagai kampus wirausaha terbaik di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.