Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Frustrasi dengan wasit dan hasil, kubu Inter menolak bicara dengan media. Sementara bagi pelatih Napoli Antonio Conte, musim ini paling berat selama kariernya.
Inter Milan membuang kesempatan emas merebut puncak klasemen Liga Italia dari Napoli. Di kandang sendiri, Giuseppe Meazza, II Biscione (Si Ular Besar) ditahan 2-2 oleh Lazio pada dinihari kemarin. Padahal di waktu yang sama, Napoli sukses ditahan imbang 0-0 oleh Parma yang diasuh mantan bek Inter, Cristian Chivu.
Alhasil, Inter tetap di peringkat kedua, kalah sebiji poin dari Napoli. Pada pekan terakhir Serie A, Inter akan bertandang ke Como. Sementara Napoli menjamu Cagliari. Harapan Inter untuk meraih Scudetto (juara Serie A) hanya jika Napoli seri atau kalah. Inter pun wajib menang atas Como yang sedang naik daun bersama pelatih Cesc Fabregas. Jika Napoli kalah, dan Inter seri, maka mereka harus berhadapan dalam satu laga playoff untuk menentukan juaranya.
Baca juga : Formula 1, Russell Ngedumel Lihat Duel Verstappen-Piastri
Pada laga penuh drama melawan Lazio, Inter mencetak dwigol via sepakan bek Yann Bisseck dan tandukan wing back Denzel Dumfries. Namun, mimpi Il Nerrazurri (Si Biru Hitam) dibuyarkan Pedro. Masuk sebagai pemain pengganti, eks striker Barcelona itu dua kali menyamakan kedudukan. Terakhir, di menit-menit akhir laga lewat titik penalti.
Usai laga berakhir, kubu Inter memilih bungkam kepada media. “Para pemain dan staf Nerazzurri memutuskan untuk tetap berada di ruang ganti setelah pertandingan yang mengecewakan ini,” ungkap Sky Sport Italia. “Ada kekecewaan terhadap keputusan wasit Daniele Chiffi yang memberikan penalti dan mengusir Inzaghi serta Marco Barconi,” imbuh mereka.
Ketegangan juga terjadi di kandang Parma, Ennio Tardini. Napoli tertekan setelah dua kali mengenai mistar gawang lewat Matteo Politano dan Scott McTominay. “Mereka ingin membuat para pemimpin klasemen kesulitan sampai akhir, dan mereka berhasil,” kata pelatih Napoli Antonio Conte.
Baca juga : Luna Maya, Sempat Waswas Maxime Tegang
Meski penalti sempat diberikan atas pelanggaran terhadap David Neres, VAR (Video Assistant Referee) membatalkannya karena pelanggaran Giovanni Simeone di awal aksi.
Conte pun mengakui kelelahan jelang laga terakhir musim ini, di mana Napoli hanya butuh satu kemenangan lagi. “Kami sudah sangat dekat dengan scudetto, tapi masih harus mengambil langkah terakhir itu,” katanya.
Conte menyebut musim ini paling berat sepanjang kariernya, meski dia sudah menjuarai Serie A bersama Juventus dan Inter. “Kami kehilangan banyak pemain penting, seperti Lobotka, Buongiorno, dan Juan Jesus, tapi kami tetap bertahan di puncak,” tandasnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya