BREAKING NEWS
 

Pengembangan SDM

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang: Pendidikan Nonformal Jadi Pilar Penting

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 26 September 2025 14:43 WIB
Foto: Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya keberadaan pendidikan nonformal sebagai salah satu pilar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan nonformal dinilai mampu menjawab berbagai keterbatasan yang ada pada pendidikan formal karena sifatnya yang mudah diakses dan diadaptasikan dengan kebutuhan hidup sehari-hari, melibatkan partisipasi aktif peserta, serta terbuka untuk semua kalangan. 

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Iman Kusnandar, menyebutkan bahwa pendidikan nonformal merupakan ruang belajar alternatif yang dapat menjadi solusi bagi penurunan Angka Tidak Sekolah (ATS) di usia lanjut 25 tahun ke atas.

Hal itu memberikan peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang terkendala masuk ke sekolah atau perguruan tinggi juga syarat minimum untuk bekerja.

Baca juga : Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis

Pendidikan nonformal itu bisa diakses oleh semua kalangan, tanpa syarat masuk yang rumit seperti sekolah formal.

"Inilah yang membuat pendidikan nonformal menjadi jawaban bagi masyarakat yang ingin tetap belajar, meski tidak bisa masuk sekolah atau perguruan tinggi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Prima Saras Puspa, Asisten daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menilai, pendidikan nonformal tidak hanya sebatas pelengkap, tetapi juga mampu memberikan keterampilan nyata yang dibutuhkan masyarakat.

Adsense

Menurutnya, dengan pendidikan nonformal masyarakat tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung digunakan untuk bekerja, berwirausaha, maupun meningkatkan taraf hidup.

Baca juga : Peneliti Spektrum Demokrasi Indonesia: Kerusuhan Nepal Pelajaran Penting Bagi Kita

“Inilah mengapa pendidikan nonformal sangat strategis untuk pembangunan masyarakat,” tegas Prima. 

Sejumlah kajian menyebutkan bahwa pendidikan nonformal berfungsi sebagai pelengkap, penambah, sekaligus pengganti pendidikan formal.

Program seperti pelatihan, kursus, privat, hingga kegiatan literasi dasar menjadi sarana nyata bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tidak selalu tersedia di bangku sekolah.

Dampaknya pun terlihat dari peningkatan kesejahteraan hidup lulusan, kemampuan beradaptasi dalam dunia kerja, hingga meningkatnya partisipasi dalam kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungannya.

Baca juga : Mendikdasmen: Penguatan SMK Jadi Pilar Peningkatan SDM Unggul Indonesia

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang mendorong pendidikan nonformal mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah melalui kajian serius dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD).

Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang strategis untuk merumuskan rekomendasi dalam pengembangan pendidikan nonformal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di desa-desa.

Madsoni menambahkan, pendidikan nonformal harus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat mulai di tingkat desa dengan memaksimalkan anggaran retribusi bagi hasil daerah yang sekitar minimal 10-20 persennya untuk pendidikan.

“Dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi masyarakat, pendidikan nonformal di Kabupaten Tangerang diharapkan semakin berkembang sebagai sarana meningkatkan kapasitas individu, memperkuat daya saing, sekaligus meningkatkan kualitas hidup," tandas Madsoni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense