RM.id Rakyat Merdeka - Pemerataan pendidikan unggul di Indonesia Timur kian nyata. SMA Siwalima Ambon resmi bergabung dalam Program Sekolah Unggul Garuda, menandai langkah besar Pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas berbasis teknologi digital hingga ke pelosok Tanah Air.
Pengenalan program dilakukan serentak di 16 titik seluruh Indonesia oleh sepuluh menteri. Program Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pemerataan pendidikan unggulan dan penguatan karakter generasi muda.
"Presiden Prabowo menginginkan Sekolah Garuda tidak hanya mencetak anak-anak unggul di bidang akademik, khususnya sains dan teknologi, tapi juga berkarakter kuat,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, saat hadir di SMA Siwalima, Ambon, Rabu (8/10/2205),
Meutya menegaskan, karakter adalah fondasi utama selain ilmu pengetahuan. "Tidak ada orang pintar yang unggul tanpa karakter yang kuat. Ini yang jadi kelebihan anak-anak Indonesia Timur semangat dan daya juangnya luar biasa. Jadi, tetap semangat, jangan lupa berbakti kepada orang tua, bangsa, dan negara," pesannya.
Baca juga : Prof. Maila Dinia Harumkan Indonesia, Tiga Kali Masuk Top 2% Ilmuwan Global
Dia menerangkan, Sekolah Garuda mengandalkan transformasi digital untuk memperluas ruang belajar. Melalui platform nasional, setiap sekolah terhubung untuk berbagi guru, materi ajar, dan mentoring jarak jauh.
Dengan sistem ini, siswa dari wilayah timur bisa mengikuti kelas kolaboratif bersama pelajar dari berbagai provinsi. Selain memperkuat mutu akademik, kehadiran SMA Siwalima dalam program ini juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat Ambon mulai dari akses internet cepat dan stabil hingga pelatihan guru serta kerja sama dengan universitas dan industri.
Kerja sama ini membuka peluang beasiswa dan magang bagi siswa. SMA Siwalima juga ditetapkan sebagai hub pembelajaran dan inovasi digital bagi sekolah-sekolah lain di Maluku.
"Anak-anak Ambon tak hanya diajak bermimpi besar, tapi juga disiapkan untuk bersaing secara nyata. Pendidikan unggul tak boleh berhenti di kota besar saja," tegas Meutya.
Baca juga : Pengamat Harap Menkeu Purbaya Mampu Jaga Kepercayaan Pasar Global
Dia menambahkan, SMA Siwalima menjadi simbol keseriusan Pemerintah membangun sumber daya manusia unggul di kawasan timur Indonesia. "Pemerintah berkomitmen memperluas program Sekolah Unggul Garuda agar setiap anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk unggul," ujarnya.
Program Sekolah Garuda terdiri atas dua kategori. Pertama, Sekolah Garuda Transformasi, yakni sekolah unggulan yang dikembangkan lebih lanjut, dan Kedua, Sekolah Garuda Baru, sekolah baru yang dibangun dari awal dengan standar nasional.
Hingga 2029, Pemerintah menargetkan berdirinya 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru di berbagai daerah. "Hari ini ada 16 titik awal Sekolah Garuda yang dikenalkan. Targetnya 80, tapi kalau Bapak Presiden yang bicara, biasanya hasilnya lebih dari itu," seloroh Meutya, disambut tawa peserta.
Dari 16 titik itu, 12 merupakan Sekolah Garuda Transformasi, termasuk SMA Siwalima Ambon, SMA Taruna Nusantara, SMA Unggul Del, dan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Sementara, empat lainnya adalah lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan.
Baca juga : Menko Pratikno Rapat Darurat Malam-malam
Dengan hadirnya Sekolah Unggul Garuda di Ambon, harapan baru pun tumbuh, anak anak Maluku kini siap bersaing di panggung global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.