Dark/Light Mode

Pengamat Harap Menkeu Purbaya Mampu Jaga Kepercayaan Pasar Global

Rabu, 10 September 2025 21:27 WIB
Pengamat ekonomi Gabriel Kurniawan berharap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mampu jaga kepercayaan publik dan investor global pasca reshuffle kabinet. (Foto: Ist)
Pengamat ekonomi Gabriel Kurniawan berharap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mampu jaga kepercayaan publik dan investor global pasca reshuffle kabinet. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat ekonomi Gabriel Kurniawan mengungkapkan sejumlah pekerjaan rumah yang dihadapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Gabriel salah satu pekerjaan rumah itu adalah memperbaiki transparansi pengelolaan ruang fiskal Pemerintah. Dia berharap, Purbaya bisa menjaga kepercayaan publik.

Menurut dia, perombakan kursi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya sempat membuat perekonomian Indonesia kaget. Namun, hal ini menjadi tantangan bagi Purbaya untuk menjaga kepercayaan pasar. 

Baca juga : DPR Ingatkan Menkeu Purbaya: Boleh Koboi, Asalkan Ada Isinya

"Jadi Pak Purbaya Menteri Keuangan yang baru perlu membuktikan dan menjaga iklim usaha tetap positif, termasuk meyakinkan atau membangun kembali dari awal kepercayaan publik dan investor global," kata Gabriel, dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025). 

Menurut dia, segudang pengalaman Sri Mulyani sampai pernah menjadi direktur pelaksana Bank Dunia membuat investor dari negara lain percaya terhadap ekonomi Indonesia. Karena itu, pasca reshuffle Menteri Keuangan kemarin pasar saham (IHSG) sempat anjlok. 

Baca juga : Harapan DPR Ke Menkeu Purbaya: Manfaat APBN Harus Terasa Sampai Ke Rakyat

Lebih lanjut, ia mengaku cukup kaget dengan reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Terlebih, yang digeser adalah Sri Mulyani yang punya pengalaman mengelola keuangan nasional selama 14 tahun. "Jadi, kapasitasnya (Sri Mulyani) sebagai Menteri Keuangan sudah tak diragukan lagi," imbuhnya. 

Sekadar informasi, digantinya Sri Mulyani dari jabatan Menkeu sempat mendapatkan respons positif dan juga negatif. Salah satunya adalah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merosot 100,50 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85, didominasi oleh saham sektor perbankan. Hari ini, Rabu (10/9/2025) IHSG melesat 0,92% atau menguat 70,40 poin ke level 7.699. Sebanyak 408 saham naik, 256 turun, dan 144 tidak bergerak. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.