BREAKING NEWS
 

Santri Nur Al-Fikri Juarai Lari 100 Meter di Porsadin VIII Bogor

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 8 November 2025 22:44 WIB
Foto: Didi Rustandi/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Muhamad Al Qutbi Arkan R berhasil menjuarai lomba atletik lari sprint 100 meter pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VIII Kabupaten Bogor, yang digelar di Cirimekar, Cibinong, Sabtu (8/11/2025).

Arkan meraih gelar juara pada cabang lari sprint putra setelah mengalahkan 40 peserta se-Kabupaten Bogor dengan catatan waktu tercepat, yakni 13,81 detik.

Ini merupakan kali kedua bagi Arkan, yang merupakan kafilah dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Cibinong, menjuarai lomba lari sprint.

Sebelumnya, ia juga meraih medali emas pada ajang Bupati Bogor Cup yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada 28 Agustus 2025.

Dalam ajang Bupati Cup tersebut, Arkan mewakili SD Plus Daarul Fudlola Cibinong dan berhasil mengalahkan 35 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Bogor.

Baca juga : JMAI, ICRP, Dan Kemenhut Kompak Gelar Aksi Tanam 100 Ribu Pohon Di Bogor

Arkan, yang juga santri Nur Al-Fikri, memiliki postur tubuh ideal untuk seorang pelari. Dengan tinggi badan 162 cm dan berat 50 kilogram, ia mampu bergerak cepat dan lincah, sehingga mudah mencapai garis finis dengan keunggulan signifikan.

Berkat prestasinya di Porsadin VIII Bogor, siswa kelas 6 SD ini berhak melaju ke Porsadin tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala Nur Al-Fikri, Bunda Huriyah, menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat atas keberhasilan Arkan. Ia berharap Arkan dapat kembali meraih juara di tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua FKDT Bogor, Sardi, juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Porsadin VIII Bogor.

Adsense

Ia menjelaskan, para juara tingkat kabupaten akan mewakili Bogor ke Porsadin Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung di Bekasi pada Juli 2026.

Baca juga : Menteri Ara Apresiasi Rp130 Triliun Untuk Perumahan Dari Menteri Rosan

Sedangkan tingkat nasional akan digelar pada November 2026. Sardi menambahkan, peserta yang berhasil meraih medali emas di tingkat provinsi akan menerima penghargaan khusus sebesar Rp 2 juta.

Menurutnya, Porsadin VIII tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan lembaga diniyah.

“Dengan 1.218 lembaga diniyah, 5.812 guru, dan 30.235 santri dari 40 kecamatan, kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan agama di akar rumput tetap hidup dan berdaya,” ujar Sardi.

Ketua FKDT Jawa Barat, Atep Abdul Gofar, turut mengapresiasi pelaksanaan Porsadin di Kabupaten Bogor yang dinilai lebih cepat dibandingkan daerah lain.

“Kami mengapresiasi gagasan dan terobosan FKDT Bogor yang melaksanakan Porsadin lebih awal. Kabupaten dan kota lain baru akan melaksanakannya pada 2026,” kata Atep.

Baca juga : PIS Angkut Lembaran Baja 30.400 Metrik Ton dari Morowali ke Cilegon

Ia menilai, pelaksanaan yang lebih awal memberikan waktu lebih panjang untuk melakukan pembinaan terhadap para juara. “Dengan demikian, pembinaan bisa dilakukan lebih maksimal,” tambahnya.

Porsadin merupakan ajang yang diselenggarakan FKDT untuk menggali dan mengembangkan potensi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Kegiatan ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan seni, seperti MTQ, tahfiz, pidato, kaligrafi, lari sprint, bulu tangkis, dan tenis meja.

Selain menjadi ajang kompetisi, Porsadin juga bertujuan mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta membina kesehatan jasmani dan rohani para santri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense