Sebelumnya
Inovasi Pedagogis yang Menuju Pembelajaran Bermakna dan Merata
Di sisi lain, salah satu program pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang didukung 75,1 persen masyarakat menandai pergeseran paradigma dari model pembelajaran hafalan menuju pemahaman konseptual.
Di titik ini, masyarakat “seolah” mengakui dampak positif program ini dalam meningkatkan pemahaman konseptual yang mendalam (29,5 persen) dan membentuk siswa menjadi pembelajar aktif (23,7 persen).
Ini adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya menghafal informasi, tetapi mampu berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mencari solusi kreatif.
Baca juga : Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer
Lebih progresif lagi, Kemendikdasmen memasukkan mata pelajaran pilihan koding dan kecerdasan artifisial dengan dukungan 72,4 persen masyarakat. Di era Revolusi Industri 4.0, literasi digital dan computational thinking adalah keniscayaan.
Maka tidak salah jika program ini mencapai dukungan sebanyak 34,8 persen dari masyarakat. Hal ini terjadi karena saat ini telah banyak yang menyadari bahwa program tersebut penting dan berguna untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia mampu menghadapi era digital dan mendapat karier masa depan dengan percaya diri.
Selain memasukkan pembelajaran pilihan koding, Kemendikdasmen juga menelurkan program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (IFP) atau Smart TV ke sekolah-sekolah. Program ini mendapat apresiasi hingga 76,5 persen masyarakat.
Hal ini juga ditopang dengan program revitalisasi sekolah yang didukung 78,4 persen masyarakat seolah saling menjahit satu sama lain permasalah pendidikan di Indonesia dengan melengkapi upaya perbaikan infrastruktur pendidikan.
Baca juga : EIGER Adventure Land: Transformasi Lahan Konflik Jadi Ekowisata Hijau
Kedua program ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman sebagai hak dasar setiap anak Indonesia.
Oleh kerena itu, perlu ditegaskan bahwa investasi pada infrastruktur sekolah adalah investasi pada masa depan bangsa, memastikan bahwa setiap anak, di manapun mereka berada, memiliki akses terhadap fasilitas pembelajaran yang layak.
Oleh karena itu, diakui atau pun tidak, dengan adanya infrastrukur sekolah yang memadai maka akan berdampa pada banyak hal seperti peningkatan literasi digital yang mencapai (24,3 persen), lingkungan belajar yang lebih baik (29,3 persen), dan ruang belajar yang aman dan nyaman (22,2 persen).
Dan yang tidak kalah menariknya adalah ketika program asesmen atau evaluasi hasil belajar siswa meraih apresiasi 82,1 persen, salah satu yang tertinggi dari yang lain. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memahami pentingnya sistem evaluasi yang tidak hanya mengukur, tetapi juga memberdayakan.
Baca juga : Industri Halal Jadi Kunci Strategi Baru Industrialisasi Nasional
Tentu saja karena dampak yang dirasakan dari program asesmen atau evaluasi hasil belajar sangat konkret hingga mencapai 25,4 persen dan masyrakat melihat peningkatan kualitas proses belajar mengajar, 22,3 persen mendapat gambaran perkembangan diri siswa, dan 19,6 persen merasakan peningkatan kemampuan akademik dan karakter.
Di titik ini, bisa ditegaskan bahwa evaluasi bukan lagi momok yang menakutkan, tetapi menjadi alat holistic yang membantu guru dan siswa memahami perkembangan pembelajaran secara menyeluruh.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.