Dark/Light Mode

EIGER Adventure Land: Transformasi Lahan Konflik Jadi Ekowisata Hijau

Selasa, 11 November 2025 20:01 WIB
Foto: Eiger.
Foto: Eiger.

RM.id  Rakyat Merdeka - Baru-baru ini, di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, teridentifikasi 411 lubang penambangan emas tanpa izin (PETI) yang tersebar di tujuh titik konservasi.

Temuan ini menjadi peringatan serius akan kerusakan lingkungan dan potensi bencana ekologis seperti longsor serta banjir, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia kini dihadapkan pada dua paradigma industri yang bertolak belakang: industri ekstraktif yang menguras sumber daya, dan industri generatif yang memulihkan serta menumbuhkan kehidupan dari alam yang sama.

Kasus PETI di Halimun Salak menjadi bukti nyata bahwa eksploitasi tanpa batas hanya meninggalkan kerusakan. Alam seharusnya dipandang sebagai mitra, bukan sekadar komoditas.

Langkah menuju perubahan sejalan dengan visi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang sejak awal menekankan pentingnya ekonomi hijau dan biru.

“Untuk mewujudkan visi pemerintahan ini, kami mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat kemandirian negara, serta melindungi lingkungan hidup,” ujar Hanif Faisol.

Baca juga : EIGER Adventure Resmi Meluncurkan Wahana Edukatif di KidZania Jakarta

Di Megamendung, Kabupaten Bogor, kisah panjang konflik agraria kini berubah menjadi cerita pemulihan dan harapan.

Melalui hadirnya EIGER Adventure Land, kawasan ini bertransformasi dari lahan sengketa menjadi contoh ekowisata berkelanjutan yang memberi manfaat bagi alam, masyarakat, dan ekonomi lokal.

Camat Megamendung, Ridwan, menjelaskan bahwa sebelum hadirnya investasi ini, kawasan tersebut sempat mengalami penggundulan kebun teh dan hutan milik PT Perkebunan Nusantara I Regional II, disertai sengketa lahan negara.

“Sejak saya menjabat pada 2023, tidak ada lagi laporan sengketa tanah. Ini dampak positif investasi EIGER Adventure Land,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, terdapat empat manfaat utama dari kehadiran EIGER Adventure Land. Pertama, pemulihan tanah negara yang sebelumnya diserobot. Kedua, reboisasi kawasan gundul. Ketiga, kontribusi ekonomi kepada negara. Keempat, membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

“Yang paling penting, mereka peduli lingkungan. Sungai Cisukabirus di wilayah ini tidak pernah banjir meski ada pembangunan,” tambahnya.

Baca juga : EIGER Adventure Land Rayakan Sumpah Pemuda Lewat Restorasi Alam Puncak

Sejak pembangunan pada 2021, EIGER Adventure Land telah menanam lebih dari 100.000 pohon dan perdu, serta 8 juta tanaman semak dan penutup tanah di kawasan PTPN.

Upaya ini diperkuat dengan pendataan keanekaragaman hayati dan pengendalian air limpasan melalui 5 kolam retensi serta 205 sumur resapan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Pola investasi yang diterapkan EIGER Adventure Land juga sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja.

“Investasi di sini menyerap banyak tenaga kerja warga sekitar. Ini membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Ridwan.

Salah satu warga, Atang (70), yang sejak 2019 bekerja sebagai gardener, mengaku bangga melihat perubahan lahan tandus menjadi hijau kembali.

“Saya diajari menanam dan merawat tanaman yang cocok di sini. Pohon yang saya tanam tiga tahun lalu sekarang sudah besar,” tuturnya.

Baca juga : Ketua Harian Dekranas Tegaskan Komitmen Perkuat Batik sebagai Identitas Nasional

Hingga kini, proyek ini telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk 300 warga lokal, dan ditargetkan menyerap lebih dari 1.200 orang saat beroperasi penuh.

Selain membuka lapangan kerja, kehadiran EIGER Adventure Land juga menggerakkan UMKM lokal, meningkatkan penerimaan pajak dan PNBP, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Dosen IPB University sekaligus Ketua Forum Rural Advisory Services for Southeast Asia (RASSEA), Siti Amanah, menyebut EIGER Adventure Land sebagai contoh kolaborasi multipihak yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Model kolaborasi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab bersama ini mampu mentransformasi kawasan konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Investasi hijau di Megamendung ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat maju tanpa mengorbankan alam, sekaligus menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bisa berjalan beriringan demi masa depan Indonesia yang lestari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.