BREAKING NEWS
 

BEM Universitas Sriwijaya Tuntas Jalankan 30 Hari Pengabdian di Aceh Tamiang

Writer : Try Satya Novriantara
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 27 Maret 2026 11:44 WIB
Tim PM Berdampak Universitas Sriwijaya (Foto: Dok. Try Satya Novriantara)

Tim mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) menuntaskan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pemulihan Bencana Sumatera yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Selama 30 hari penuh, mahasiswa Unsri hadir langsung di Kampung Landuh membawa inovasi sekaligus tangan yang siap bekerja bersama warga.

Selama pelaksanaan program, tim pengabdian menghadirkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Salah satu program unggulan adalah penerapan teknologi pengolahan air bersih yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan akses air layak konsumsi akibat dampak banjir. Teknologi ini mampu mengolah air sumur menjadi air bersih yang aman digunakan, sehingga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih efisien. 

Selain itu, dilakukan pula program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Tidak hanya berhenti pada penanaman, mahasiswa juga melakukan diversifikasi produk TOGA, khususnya jahe, yang diolah menjadi produk bernilai tambah seperti sirup jahe dan manisan jahe. Inovasi ini memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta mendorong pemanfaatan hasil pekarangan secara produktif. 

Dalam bidang pendidikan, tim menghadirkan pojok literasi sebagai ruang belajar bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta memberikan dukungan psikososial pascabencana melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan. Anak-anak diajak untuk kembali berinteraksi, belajar, dan membangun semangat baru di tengah kondisi pemulihan. 

Program desain digital mitigasi bencana juga diberikan kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan membuat media edukasi berbasis digital seperti poster mitigasi bencana, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang. 

Tak berhenti pada program inovasi, mahasiswa turun tangan langsung dalam berbagai kegiatan sosial bersama warga. Polindes yang sebelumnya dipenuhi lumpur pascabanjir dibersihkan hingga bisa difungsikan kembali. Membantu petugas dalam pendataan rumah yang terdampak. Paket sembako didistribusikan kepada masyarakat yang masih dalam proses pemulihan. Serta mengutamakan keberlanjutan UMKM lokal. 

Melalui pelaksanaan selama satu bulan, program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga memberi semangat dan motivasi kepada masyarakat, mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan nilai gotong royong. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi bencana di masa depan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense