RM.id Rakyat Merdeka - Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) mengapresiasi dibukanya Program Studi (Prodi) S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Universitas Harapan Bangsa (UHB), Purwokerto, Jawa Tengah.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi masa depan, sekaligus mendorong pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia. Pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026–2027 pun telah resmi dibuka.
PRSI menilai, kehadiran prodi tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong industri berbasis teknologi tinggi. Robotika dan AI kini menjadi tulang punggung berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, pertanian presisi, hingga pertahanan.
Baca juga : KONI Apresiasi Terpilihnya Nazaruddin sebagai Ketua Umum IPF
Pembukaan Program Studi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan ini merupakan langkah maju yang sangat strategis. PRSI berharap ke depan program ini mampu membangun ekosistem robotika yang kuat.
"Lebih dari itu, kami optimistis langkah ini akan memberikan kontribusi nyata dalam memajukan perkembangan robotika dan kecerdasan buatan di Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal PRSI, Dr. (c) Dwi Nugroho Marsudianto, di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Menurut PRSI, kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi, dan industri menjadi kunci utama dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing bangsa di era transformasi digital.
Baca juga : Prof Harris Deklarasikan Peradi Profesional, Tekankan Etika & Integritas Advokat
Dengan hadirnya prodi ini, diharapkan lahir generasi muda yang kompeten, kreatif, serta memiliki fondasi STEM yang kuat untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, kebutuhan talenta digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 9 juta orang hingga 2030. Sementara itu, laporan global dari World Economic Forum mencatat bahwa bidang AI, robotika, dan otomasi menjadi sektor dengan pertumbuhan pekerjaan tercepat di dunia.
“Program studi seperti ini harus mampu menjembatani teori dan praktik. Lulusan diharapkan tidak hanya paham konsep, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata yang bisa langsung diterapkan di industri,” tegas Dwi Nugroho.
Baca juga : Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Prabowo Jadi Mediator Konflik Dengan AS & Israel
PRSI juga memandang, momentum ini sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan robotika dan AI menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Ketika pendidikan, riset, dan industri berjalan selaras, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam ekosistem robotika dan AI dunia,” pungkas Dwi Nugroho.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.