RM.id Rakyat Merdeka - Menyambut Hari Pendidikan Nasional, OREO kembali menegaskan komitmennya di bidang pendidikan melalui program “OREO Berbagi Seru”.
Inisiatif ini dirancang untuk mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar, program ini menyasar 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Fokusnya adalah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui pendekatan belajar sambil bermain, sekaligus mendistribusikan alat bantu edukasi di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
Staf Ahli Kemendikdasmen RI Mariman Darto menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, penguatan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Baca juga : Peruri Salurkan Bantuan Pendidikan Untui Yayasan Puri Artha Karawang
“Pembangunan karakter tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi dengan korporasi seperti OREO menjadi langkah penting, terutama untuk menjangkau wilayah 3T yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan,” ujar Mariman di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif Rita Pranawati.
Ia menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan di Indonesia yang berdampak pada capaian literasi, numerasi, dan sains.
“Kami terus mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi lintas pihak agar tercipta pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Marketing Director Mondelēz Indonesia Anggya Kumala mengatakan, program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang OREO dalam dunia pendidikan.
Baca juga : Kolaborasi MPR dan UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi & Sosialisasi 4 Pilar
“Melalui tema ‘OREO Berbagi Seru’, kami ingin menjembatani kesenjangan pendidikan agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara menjadi Generasi SERU—Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul,” ujar Anggya dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Pendekatan pembelajaran yang diusung juga didukung oleh perspektif psikologi. Psikolog anak Irma Gustiana menjelaskan bahwa metode belajar interaktif sangat penting dalam membentuk kemampuan kognitif dan sosial anak.
“Anak belajar paling efektif melalui eksplorasi dan interaksi. Pembelajaran yang seru akan membantu mereka berkembang lebih optimal dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Dukungan juga datang dari publik figur Ayu Dewi yang menilai pendekatan belajar sambil bermain sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Anak-anak sekarang hidup di dunia yang dinamis. Mereka perlu didorong untuk berpikir kritis dan aktif, baik di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.
Baca juga : Wapres Lepas Pejuang Digital, Percepat Pembelajaran Interaktif Di Wilayah 3T
Tak hanya berhenti pada distribusi alat belajar, program ini juga dilengkapi dengan School Roadshow untuk memberdayakan guru, orang tua, dan komunitas.
Selain itu, masyarakat dapat ikut berkontribusi melalui pembelian produk OREO, sebagian keuntungan akan dialokasikan sebagai donasi pendidikan.
"Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, “OREO Berbagi Seru” diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menumbuhkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan," ujar Anggya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.