BREAKING NEWS
 

Mahasiswa Indonesia di AS Luncurkan Platform Pembelajaran Nusantara AI Institute

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 6 Mei 2026 16:59 WIB
Sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Amerika Serikat meluncurkan platform pembelajaran AI gratis: Nusantara AI Institute. (Foto: Dok. Nusantara AI Institute)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Amerika Serikat (AS) meluncurkan platform pembelajaran AI gratis yang dinamakan Nusantara AI Institute.

Oliver Tedja mahasiswa Indonesia di kampus Boston University bersama Johannes Simanjuntak, dan sejumlah rekannya membangun aplikasi berbasis website yang berisi pelajaran-pelajaran atau kursus secara gratis, untuk membangun kemampuan teknologi AI khususnya bagi kalangan muda di Indonesia.

Tedja mengatakan, mereka tergerak untuk meningkatkan literasi AI di seluruh Indonesia secara inklusif dan merata, dengan menyediakan akses pembelajaran yang sepenuhnya gratis bagi siapa pun yang memiliki koneksi internet, tanpa terbatas oleh lokasi geografis, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.

“Melalui pengembangan dan penyelenggaraan program edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diakses, Nusantara AI berupaya memberdayakan pelajar, profesional, pendidik, serta masyarakat umum agar mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab,” kata Tedja di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Tedja menambahkan, Nusantara AI bertujuan menciptakan ekosistem talenta digital yang kompeten, mendorong inovasi lokal, serta memastikan bahwa transformasi teknologi di Indonesia berlangsung secara inklusif dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.

Institute ini berakar pada upaya diaspora Indonesia yang bertujuan untuk memberikan dampak positif di Tanah Air.

Baca juga : Demokrasi Indonesia Butuh Fondasi Kuat, Bamsoet Tekankan Pembenahan Parpol

“Kursus-kursus gratis tentang AI diharapkan dapat meningkatkan potensi pribadi dan profesional Indonesia, meletakan dasar bagi masa depan Pemuda Indonesia di bidang kecerdasan buatan,” ujarnya.

Peluncuran Nusantara AI Institute telah dilakukan pada 27 Maret lalu, lewat sebuah acara dialog yang diadakan di Konsulat Jenderal Indonesia di New York.

Hadir dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Indonesia di New York Winanto Adi, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno, Presiden USINDO Society David Merril, serta mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Tedja menambahkan, Nusantara AI Institute menawarkan lebih dari 20 kursus tentang kecerdasan buatan, bertujuan untuk membuat teknologi kompleks ini lebih mudah dicerna dan diakses di seluruh Indonesia.

Adsense

Pelajaran yang diberi label Literasi AI menawarkan pengantar praktis bagi siswa dengan sedikit pengetahuan AI, sementara AI untuk Bisnis berfokus pada otomatisasi alur kerja untuk menciptakan nilai bisnis kuantitatif dan mengoptimalkan proses operasional.

“AI Teknik mengeksplorasi pembelajaran mesin dan ilmu rekayasa cepat, mendorong siswa untuk menyelami lebih dalam sistem yang mendasari teknologi tersebut,” katanya. 

Baca juga : Indonesia Tunjukkan Kekuatan Pangan Nasional Di SIAL Canada

Diungkapkan Tedja, hingga saat ini pengguna Nusantara AI Institute yang bisa diakses melalui website naii.co sudah melebihi 1.000 pengguna yang kebanyakan merupakan warga negara Indonesia.

Dukungan Aether AI

Nusantara AI Institute ini didukung perusahaan Aether AI, sebuah perusahaan gabungan studio ventura dan modal ventura yang membangun produk kecerdasan buatan dan mengembangkan startup teknologi baru.

Dalam kesempatan peluncuran Sandiaga Uno mengatakan, literasi AI akan menjadi ketrampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam semua unsur kehidupan, sehingga masyarakat Indonesia tidak boleh ketinggalan.

“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” ucap Sandiaga.

Sementara itu, Duta Besar Robert Blake menegaskan pentingnya kemampuan AI di pasar kerja baru dan yang sudah ada.

“Pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban kerja operasional bagi para profesional dan organisasi,” ujarnya.

Baca juga : Dubes Indroyono Soesilo Hadirkan Budaya & Kuliner Nusantara Di AWET 2026

Blake menyoroti perannya dalam optimasi data untuk penelitian penyakit, dengan alasan bahwa penggunaannya untuk menyederhanakan pengobatan farmasi dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati sumber daya kimia dan alamnya.

Di dalam dunia pendidikan, upaya ini diharapkan bisa diterapkan di seluruh negeri dapat ditingkatkan lebih lanjut melalui penyediaan aplikasi pembelajaran offline berbasis AI.

Pelajarannya dapat diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa yang digunakan di 6.000 pulau berpenghuni di kepulauan ini.

“Guru juga dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan pembuatan rencana pembelajaran, memastikan waktu tambahan untuk bimbingan dan pendampingan berkualitas bagi siswa,” pungkas Blake.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense