Dark/Light Mode

Paviliun Indonesia Di Singapura Raup Rp54 Miliar, Perkuat Rantai Pasok Regional

Kamis, 30 April 2026 20:11 WIB
Suasana Paviliun Indonesia di Singapore Expo, Singapura, saat FHA 2026, dipadati buyer internasional yang menjajaki produk makanan dan minuman UMKM, April 2026. Dok. KBRI Singapura
Suasana Paviliun Indonesia di Singapore Expo, Singapura, saat FHA 2026, dipadati buyer internasional yang menjajaki produk makanan dan minuman UMKM, April 2026. Dok. KBRI Singapura

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah ketidakpastian perdagangan global, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mempromosikan produk Indonesia di pasar internasional, khususnya makanan dan minuman.

KBRI Singapura bersama Kemendag, didukung oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sukses mengikuti Pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapore Expo, Singapura, pada tanggal 21–24 April 2026.

Dalam pameran ini, Paviliun Indonesia mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang keikutsertaan Indonesia, dengan menampilkan 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM.

Baca juga : Bambang Patijaya Apresiasi Hilirisasi Tahap II, Perkuat Industrialisasi Nasional

Selama empat hari pameran, Paviliun Indonesia berhasil dikunjungi lebih dari 6.012 pengunjung dan membukukan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp 54,5 miliar. Adapun produk yang dimaksud seperti madu, bumbu organik, produk pertanian, serta aneka makanan dan minuman lainnya.

Selain kontrak tersebut, terdapat belasan potensi transaksi yang diperkirakan mencapai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 177 miliar untuk produk mie instan sehat, snack organik, produk perikanan, produk susu, aneka rempah, serta produk makanan dan minuman lainnya.

Dalam pembukaan pameran Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan, di tengah ketidakpastian perdagangan global, penting bagi pemerintah dan seluruh stakeholders perdagangan untuk hadir mendukung UMKM. Mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar ekspor global.

Baca juga : Pertamina Hulu Indonesia Luncurkan APEKA 2026 dan Catat Kinerja Positif

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Paviliun Indonesia pada Pamerah FHA 2026 merupakan platform promosi berkelanjutan.

"Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global," ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026).

Fajarini mengatakan, produk makanan dan minuman merupakan salah satu tulang punggung utama industri Indonesia yang turut menopang ekspor nasional selama lima tahun terakhir.

Baca juga : HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit Perkuat Pangan Nasional

Tren ekspor produk makanan dan minuman Indonesia terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 23,35 persen (YoY) pada tahun 2025. Hal yang sama juga terlihat pada ekspor ke Singapura yang tumbuh 23,21 persen (YoY).

Kemendag juga mendorong upaya promosi yang berkelanjutan melalui penguatan kerja sama dengan BI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sektor lainnya, secara sinergis untuk mendukung UMKM industri makanan dan minuman Indonesia menembus rantai pasok regional dan global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.