RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana (UMB) bekerja sama dengan Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, DKI Jakarta, melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “SIPIKAI: Optimalisasi Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Berbasis AI untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Kekerasan pada Remaja di Kelurahan Meruya Utara”.
Program yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial untuk mendukung edukasi, deteksi dini, pendampingan, serta pencegahan kekerasan pada remaja.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Meruya Utara ini melibatkan lebih dari 30 peserta yang terdiri atas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan remaja di wilayah tersebut. Para kader PKK dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan edukasi, mengenali tanda-tanda awal kekerasan, mendampingi proses pengaduan, serta mengarahkan remaja kepada layanan profesional apabila diperlukan.
Peserta remaja memperoleh edukasi mengenai kesehatan mental, berbagai bentuk kekerasan, mekanisme pengaduan yang aman, asesmen awal, serta cara menggunakan SIPIKAI sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan menyampaikan permasalahan secara lebih terstruktur.
SIPIKAI dikembangkan sebagai sistem informasi dan konseling berbasis Artificial Intelligence (AI) yang membantu proses edukasi dan asesmen awal terhadap permasalahan yang dihadapi remaja. Sistem ini juga menyediakan sarana penyampaian pengaduan yang lebih aman, mudah diakses, dan terstruktur.
Teknologi yang diterapkan dalam SIPIKAI meliputi chatbot Telegram dan dashboard berbasis web. Chatbot Telegram digunakan sebagai media edukasi, asesmen awal, dan penyampaian informasi dasar kepada remaja. Adapun dashboard berbasis web digunakan untuk mendukung proses pencatatan, pemantauan, pelaporan, dan tindak lanjut terhadap pengaduan yang masuk.
Baca juga : AQUA Hadirkan Pengalaman Adem Bernuansa Budaya di Mandiri Jogja Marathon 2026
SIPIKAI turut dilengkapi dengan mekanisme klasifikasi tingkat risiko berbasis Natural Language Processing (NLP). Teknologi tersebut membantu menganalisis isi pengaduan dan mengelompokkannya berdasarkan tingkat urgensi. Dengan mekanisme ini, laporan yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih cepat dapat segera dikenali untuk kemudian diarahkan kepada pihak berwenang atau tenaga profesional yang kompeten.
Meskipun memanfaatkan teknologi AI, SIPIKAI tidak dirancang untuk menggantikan peran konselor, psikolog, tenaga kesehatan, maupun pihak berwenang. Sistem ini berfungsi sebagai sarana pendukung dalam proses edukasi, asesmen awal, klasifikasi tingkat risiko, dan rujukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana, Dr. Bambang Jokonowo, S.Si., M.T.I., menyampaikan bahwa program SIPIKAI merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di masyarakat.
Menurutnya, inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi tidak hanya diharapkan memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Kelurahan Meruya Utara menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perlindungan remaja melalui penerapan teknologi kecerdasan artifisial.
“Program ini menjadi wujud kontribusi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana dalam mengimplementasikan kompetensi dosen dan mahasiswa di bidang teknologi informasi dan kecerdasan artifisial untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam perlindungan remaja,” ujar Bambang.
Ketua pelaksana kegiatan, Inna Sabily Karima, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa pengembangan SIPIKAI diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader PKK dalam memberikan edukasi dan pendampingan awal kepada remaja.
Baca juga : Grab Hadirkan Fitur Remaja Dukung Mobilitas Aman & Kemandirian
Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal kekerasan, menyampaikan informasi yang tepat, mendampingi proses pengaduan, serta membantu mengarahkan remaja kepada pihak atau layanan profesional yang sesuai.
“SIPIKAI dikembangkan sebagai teknologi pendukung agar proses edukasi, asesmen awal, dan identifikasi tingkat urgensi pengaduan dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Sistem ini bukan pengganti tenaga profesional, tetapi menjadi sarana awal untuk membantu remaja memperoleh informasi dan akses bantuan yang tepat,” jelas Inna.
Lurah Meruya Utara, Agustiawan, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Kelurahan Meruya Utara dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana. Ia menilai bahwa program SIPIKAI relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader serta remaja dalam menghadapi permasalahan kekerasan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan program SIPIKAI di Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi kader PKK dan remaja, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pencegahan kekerasan dan perlindungan remaja,” ujar Agustiawan.
Ia berharap, pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang diperoleh melalui program tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Para kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi dan pendamping awal di lingkungan masyarakat, sedangkan para remaja diharapkan semakin memahami cara mengenali kekerasan, menyampaikan pengaduan secara aman, dan mencari bantuan melalui saluran yang tepat.
Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga kali kunjungan yang mencakup sosialisasi, penyampaian materi, pelatihan, praktik penggunaan sistem, diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan mental remaja, pengenalan berbagai bentuk kekerasan, pencegahan kekerasan, mekanisme pengaduan, praktik asesmen awal, penggunaan chatbot, serta pengoperasian dashboard monitoring.
Baca juga : Mardiono Tegaskan PPP Terus Dukung Pelestarian Seni Dan Budaya Betawi
Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, simulasi kasus, praktik langsung, dan pendampingan. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoretis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan SIPIKAI dan menghadapi berbagai kemungkinan situasi pengaduan.
Aspek keamanan dan kerahasiaan data turut menjadi perhatian utama dalam pengembangan SIPIKAI. Data pengaduan dikelola secara terstruktur dengan memperhatikan perlindungan privasi, kerahasiaan identitas pengguna, dan pembatasan akses terhadap informasi sensitif. Hal tersebut penting untuk menciptakan rasa aman bagi remaja yang membutuhkan informasi, pendampingan, atau ingin menyampaikan pengaduan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Inna Sabily Karima, S.Kom., M.Kom. sebagai ketua pelaksana. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Ir. Afiyati, S.Si., M.T.; Yenny, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Dr. Nungky Awang Chandra, S.Si., M.T.I.; Ir. Rushendra, S.Kom., M.T.; dan Suhendra, S.Kom., M.Kom.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Mercu Buana, yaitu Adriyan Septiazi, Muhammad Syadaam, Muhammad Ranu Rhamadhan, Athallah Ratif Hidayat, dan Faris Hizri Amin. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi keilmuan sekaligus pembelajaran langsung mengenai pemanfaatan teknologi untuk membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, lebih dari 30 peserta yang terdiri atas kader PKK dan remaja telah memperoleh pemahaman mengenai kesehatan mental, pencegahan kekerasan, asesmen awal, mekanisme pengaduan, serta penggunaan SIPIKAI. Para kader PKK diharapkan mampu meneruskan pengetahuan tersebut melalui kegiatan edukasi dan pendampingan, sedangkan para remaja diharapkan semakin berani mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan kekerasan melalui mekanisme yang aman dan tepat.
Kolaborasi antara Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana dan Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, DKI Jakarta, diharapkan dapat memperkuat fungsi Pusat Informasi dan Konseling Remaja serta membangun mekanisme edukasi dan pendampingan yang lebih responsif. Kehadiran SIPIKAI menjadi langkah awal penerapan teknologi AI untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, peduli, inklusif, dan ramah bagi remaja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.