BREAKING NEWS
 

Modul Digital Berbasis Kearifan Lokal Bikin Belajar Sains Lebih Eksploratif

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 11 Agustus 2026 15:48 WIB
Tim peneliti UNJ mengembangkan Modul Exploratory Lab Digital berbasis kearifan lokal untuk pembelajaran sains di SKB Kabupaten Bekasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim peneliti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan Modul Exploratory Lab Digital Berbasis Kearifan Lokal untuk pembelajaran sains di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bekasi.

Modul tersebut dirancang untuk mengubah pola pembelajaran sains dari sekadar membaca materi menjadi aktivitas mengamati, mengeksplorasi, mencoba, menemukan, dan menghubungkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari.

Inovasi ini dikembangkan melalui penelitian yang didanai Universitas Negeri Jakarta melalui Skema Penelitian Produk Kreatif (Pendidikan, Seni, dan Olahraga), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, berdasarkan Nomor Kontrak 110/PK/LPPM/III/2026.

Penelitian dipimpin Dr. Daddy Darmawan, SS, M.Si., bersama Karta Sasmita, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Intan Purnama Dewi, M.Pd.; Setiawan Wibowo, M.M.Par.; Dr. Adi Irvansyah, M.Pd.; dan Dr. Elsa Fitri Ana, S.Keb.

Penelitian tersebut juga melibatkan mahasiswa Bintang Rasyad, Fares Geneva Adya Putra, dan M. Fadhlan Abdillah serta mitra dari SKB Kabupaten Bekasi, Erna Ambarini, M.Pd.

Dekat dengan Kehidupan

Modul Exploratory Lab Digital tidak hanya menyampaikan konsep-konsep sains. Peserta didik diarahkan untuk mengamati fenomena di lingkungan sekitar, melakukan eksplorasi, kemudian mengaitkannya dengan konsep sains yang sedang dipelajari.

Baca juga : Sekolah Alam SAGA Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis Petualangan

Kearifan lokal menjadi salah satu unsur utama dalam pengembangan modul. Lingkungan sekitar tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai sumber belajar yang nyata dan relevan.

Pendekatan tersebut dinilai penting dalam pendidikan nonformal karena peserta didik memiliki latar belakang dan pengalaman belajar yang beragam.

Fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan membuat konsep sains yang sebelumnya abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Pada saat yang sama, pembelajaran dapat mendorong rasa ingin tahu peserta didik.

Modul digital tersebut juga memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Materi dapat digunakan sebagai pendamping kegiatan belajar di SKB maupun sebagai sumber belajar yang dapat diakses sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi digital tidak sekadar digunakan sebagai alat untuk menyampaikan materi. Teknologi menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada aktivitas peserta didik.

Adsense

Angkat Potensi Lokal

Pengembangan modul mempertimbangkan potensi dan karakteristik lingkungan di sekitar SKB Kabupaten Bekasi. Kearifan lokal dan aktivitas masyarakat menjadi bagian dari konteks pembelajaran sains.

Baca juga : UNJ Gelar Edukasi Remaja Tetap Eksis Di Era Digital

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dapat mempelajari konsep sains dari berbagai fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami keterkaitan sains dengan lingkungan, masyarakat, dan kehidupan mereka.

Integrasi kearifan lokal juga menjadi upaya memperkuat pembelajaran yang sesuai dengan konteks daerah. Peserta didik dapat belajar sains sekaligus mengenali dan menghargai potensi lingkungan serta pengetahuan lokal yang berkembang di masyarakat.

Layak Digunakan

Hasil penelitian menunjukkan Modul Exploratory Lab Digital Berbasis Kearifan Lokal telah berhasil dikembangkan dan dinyatakan layak digunakan sebagai bahan pembelajaran sains di SKB Kabupaten Bekasi.

Pengembangan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan modul, validasi, uji coba, hingga penyempurnaan.

Masukan dari para ahli dan pengguna turut menjadi bagian dalam proses pengembangan untuk memastikan modul sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Baca juga : Gandeng FIP UNJ, Harpi Melati Bekasi Gelar Pelatihan Filosofi Pengantin Betawi

Hasil tersebut menunjukkan inovasi yang menggabungkan teknologi digital, eksplorasi sains, dan kearifan lokal memiliki potensi diterapkan dalam pendidikan nonformal.

Kehadiran modul ini juga membuka peluang pengembangan bahan ajar serupa di masa mendatang. Pengembangan dapat dilakukan melalui perluasan materi sains, pengayaan aktivitas eksplorasi, integrasi multimedia, hingga penerapan pada satuan pendidikan nonformal di daerah lain.

Melalui penelitian tersebut, UNJ menunjukkan upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan satuan pendidikan.

Modul Exploratory Lab Digital Berbasis Kearifan Lokal menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sains tanpa meninggalkan potensi lokal.

Dari lingkungan sekitar, peserta didik dapat menemukan berbagai fenomena sains. Melalui teknologi digital, fenomena tersebut kemudian dapat diolah menjadi pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense