Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
RM.id Rakyat Merdeka - Tiga mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Martha Bethania, Dhiya Ulhaq, dan Fanny Soraya Siregar, menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk 'Tetap Fokus di Era Digital: Mengenal Dampak Smartphone Zombie pada Remaja' di SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai fenomena smartphone zombie, yakni kondisi ketika seseorang terlalu fokus pada telepon pintar hingga mengabaikan lingkungan sekitar dan aktivitas yang sedang dilakukan.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan bahwa smartphone merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung proses belajar, memperoleh informasi, berkomunikasi, hingga mengembangkan minat dan keterampilan.
Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat mengganggu konsentrasi serta menurunkan produktivitas.
Salah satu pemateri Martha Bethania mengatakan, fenomena smartphone zombie ditandai dengan berbagai perilaku, seperti kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar, meningkatnya risiko kecelakaan akibat terlalu fokus pada layar ponsel, serta dorongan untuk terus memeriksa notifikasi maupun media sosial.
Baca juga : Gelar Edukasi Kegawatdaruratan Lansia, FKUI-RSCM Gandeng YKMNU
"Smartphone bukanlah musuh, tetapi cara kita menggunakannya yang menentukan dampaknya. Melalui psikoedukasi ini, kami ingin mengajak para remaja lebih sadar dalam menggunakan smartphone," kata Martha dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Adapun, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai faktor yang membuat seseorang sulit melepaskan diri dari smartphone.
Misalnya, notifikasi yang terus bermunculan, konten media sosial yang selalu diperbarui, hingga fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi pemicu seseorang terus-menerus mengecek ponselnya.
Kondisi tersebut menyebabkan perhatian mudah teralihkan, terutama saat mengikuti kegiatan belajar. Selain itu, pemateri memaparkan sejumlah dampak penggunaan smartphone secara berlebihan terhadap konsentrasi belajar.
Di antaranya kesulitan mempertahankan fokus, meningkatnya waktu penyelesaian tugas, menurunnya kemampuan memahami dan mengingat materi pelajaran, serta semakin besarnya distraksi akibat media sosial dan notifikasi.
Baca juga : BNI Siapkan Dashboard DHE SDA, Eksportir Bisa Pantau Dana Ekspor Secara Digital
Dampak tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas belajar dan pencapaian akademik siswa.
Sebagai langkah pencegahan, peserta diperkenalkan berbagai strategi sederhana untuk mengelola penggunaan smartphone secara lebih bijak.
Strategi tersebut meliputi mematikan notifikasi yang tidak penting, menyimpan smartphone saat belajar, menentukan waktu khusus untuk mengakses media sosial, serta membiasakan diri fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu.
Para mahasiswa juga memperkenalkan teknik Mindful Smartphone STOP, yaitu Stop, Take a Breath, Observe, dan Proceed, sebagai pendekatan untuk membantu remaja menggunakan smartphone secara lebih sadar dan terkendali.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan latihan singkat mindfulness yang mengajak para siswa sejenak melepaskan diri dari tuntutan dunia digital serta kembali menyadari pentingnya hadir secara utuh dalam kehidupan nyata.
Baca juga : JEC Eye Hospitals Raih Penghargaan Berkat Edukasi Deteksi Dini Mata Juling
Melalui psikoedukasi ini, para penyelenggara berharap remaja mampu membangun kebiasaan menggunakan smartphone secara lebih sehat, seimbang, dan bertanggung jawab.
"Kendalikan smartphone-mu, jangan sampai smartphone yang mengendalikan waktumu," menjadi pesan penutup yang disampaikan kepada seluruh peserta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya