Dark/Light Mode

Sekolah Alam SAGA Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis Petualangan

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:14 WIB
Foto bersama Tim Peneliti UNJ, Kepala Sekolah, dan seluruh peserta FGD usai kegiatanberlangsung. (Foto: Dok. UNJ)
Foto bersama Tim Peneliti UNJ, Kepala Sekolah, dan seluruh peserta FGD usai kegiatanberlangsung. (Foto: Dok. UNJ)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 14 tutor dan tenaga kependidikan (tendik) dari Sekolah Alam SAGA mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Cinematic Travel Adventure Education", Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini digelar oleh Tim Peneliti Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Sekolah Alam SAGA Lifeschool, Bekasi.

Prpgram ini sebagai bagian dari penelitian dosen yang mengangkat isu pemanfaatan media sinematik dalam mendukung pendidikan petualangan atau adventure education di lingkungan sekolah alam.

Kegiatan yang diketuai Setiawan Wibowo, ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang menyoroti pentingnya integrasi antara media perjalanan sinematik dan pembelajaran berbasis pengalaman di ruang terbuka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Durotul Yatimah, M.Pd., Dosen Program Studi Penmas UNJ, yang memberikan dukungan akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antara tim peneliti dan pihak sekolah dalam pelaksanaan FGD ini.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Sekolah Alam SAGA, yang menyambut baik kehadiran tim peneliti UNJ di lingkungan sekolahnya dan menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan metode pembelajaran di Sekolah Alam SAGA.

Baca juga : KPK Temukan Kejanggalan Chat Eks Pegawai di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Belajar Lewat Media dan Diskusi Aktif FGD diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian tiga materi utama secara berurutan.

Materi pertama mengenai Cinematic Travel disampaikan oleh narasumber eksternal, Anggi Andriyana, yang mengulas bagaimana sinematografi perjalanan dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif dalam kegiatan pembelajaran di alam terbuka.

Materi kedua mengenai Adventure Education dibawakan langsung oleh Setiawan Wibowo selaku Ketua Tim Peneliti yang memaparkan prinsip-prinsip dasar pendidikan petualangan dan relevansinya dengan karakter pembelajaran di sekolah alam.

Materi disampaikan secara interaktif, di mana peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga dilibatkan aktif dalam diskusi pengembangan media pembelajaran berbasis pengalaman peserta sehari-hari sebagai tutor dan tendik.

"Pendekatan ini sengaja dirancang agar hasil diskusi dapat langsung merefleksikan kebutuhan riil di lapangan. Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah pemaparan mengenai 7 Principles Leave No Trace," ujar perwakilan mahasiswa, Hanifa dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Hanifa menambahkan, dalam membekali tutor dan tendik dengan prinsip ramah lingkungan dalam merancang kegiatan petualangan bagi peserta didik di alam terbuka.

Baca juga : Bekali UMKM dengan Sertifikasi Halal, Pertamina Bantu Perluas Peluang Pasar

Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas pembelajaran di luar ruangan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan bersama siswa.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi penayangan video yang dibawakan langsung oleh narasumber.

Melalui video tersebut, peserta diajak melihat gambaran nyata penerapan konsep cinematic travel dalam kegiatan petualangan, mulai dari teknik pengambilan gambar hingga cara mengemas pengalaman perjalanan menjadi konten yang bermakna secara edukatif.

Tayangan ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan sepanjang kegiatan, karena memberikan gambaran visual yang konkret dan mudah dipahami oleh peserta dibandingkan penyampaian materi secara teoritis.

Setelah penayangan video, diskusi antara peserta dan narasumber berlangsung semakin hidup.

Para tutor dan tendik aktif bertanya mengenai teknis penerapan konsep tersebut di lingkungan Sekolah Alam SAGA, sekaligus berbagi pengalaman mereka dalam mendampingi kegiatan petualangan siswa selama ini.

Baca juga : Dea Anugrah: Kebebasan Berpendapat Perlu Dijaga Melalui Kritik Berbasis Data

Sesi tanya jawab ini turut memperkaya proses pengumpulan data penelitian, sejalan dengan pengisian instrumen pre-test dan post-test yang dilakukan peserta untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya tim peneliti Penmas UNJ dalam mengembangkan model pendidikan petualangan berbasis media sinematik, sejalan dengan kebutuhan inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah alam yang terus berkembang.

Melalui FGD ini, tim peneliti berharap dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Alam SAGA, sekaligus menjadi model rujukan bagi pengembangan pendidikan petualangan berbasis media di sekolah-sekolah alam lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.