BREAKING NEWS
 

Membangun Generasi Rabbani

Writer : MUHAMAD ROSIT
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 2 September 2026 13:19 WIB
Acara kajian di Masjid At-Taqwa, Universitas Pancasila. (Foto: Dok. Penulis)

Tulisan ini berangkat dari Kajian Kepakaran yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila, Selasa, 1 September 2026. Kajian kepakaran ini rutin diadakan dua bulan sekali oleh Pengurus DKM At-Taqwa Universitas Pancasila sebagai ruang berbagi ilmu, wawasan, dan pengalaman dari Guru Besar kepada para jamaah yang terdiri atas dosen, tendik, mahasiswa dan masyarakat umum di lingkungan Universitas Pancasila 

Pada Kajian kepakaran kali ini, Prof. Dr. H. Awaluddin Tjalla, Guru Besar dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, hadir sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia mengangkat tema “membangun Generasi Rabbani”. Sebuah tema yang relevan dengan tantangan pembentukan karakter generasi muda yang semakin kompleks.

Prof. Tjalla memaparkan bahwa karakteristik generasi Rabbani yakni individu yang memiliki kekuatan iman, keluasan ilmu pengetahuan, dan mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan dan lingkungan sosial.

Kompleksitas Tantangan

Tentu saja untuk menumbuhkan Generasi Rabbani tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks, banyak generasi muda yang terjebak pada arus sekularisme, individualisme, dan hedonisme menjadi ancaman nyata untuk mewujudkan Generasi Rabbani. 

Baca juga : Maulid Tanpa Akhlak

Ditambah lagi perkembangan media sosial yang tidak hanya memiliki dampak positif, tetapi juga  membawa beragam dampak negatif. Media sosial kerapkali menjadi ruang digital yang menyuburkan berita hoaks, misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian yang tiap hari membanjiri generasi muda kita.

Terus terang, tantangan dalam menumbuhkan generasi Rabbani semakin kompleks dan tidak mudah. Kondisi ini tentu menjadi kegelisahan dan tanggung jawab kita bersama untuk menyiapkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. 

Apalagi lagi jika kita melihat fakta bahwa tingkat pendidikan generasi muda yang tidak merata. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2024, dari seluruh penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun, hanya 10,20 persen saja di antaranya yang menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.

Adsense

Kondisi ini menunjukkan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia masih menjadi pekerjaan rumah bangsa ini. Oleh karena itu, upaya membangun Generasi Rabbani tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal saja, tetapi juga membutuhkan peran keluarga, pendidikan non-formal, organisasi keagamaan, dan lingkungan sosial turut serta berkontribusi dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter serta mampu berkontribusi positif pada lingkungan masyarakat. 

Langkah Menuju Generasi Rabbani

Baca juga : Sidang Promosi Doktor, Anderson Subri Ungkap Kekhawatiran Akuntan Publik Saat Ini

Dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman tersebut, diperlukan langkah-langkah yang komprehensif dan berkelanjutan guna menumbuhkan generasi Rabbani. 

Pertama, pemberdayaan Keluarga Rabbani. Menumbuhkan keluarga islami yang merujuk pada tuntunan Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup menjadi langkah strategis untuk mewujudkan keluarga Rabbani. Oleh karena itu, keluarga yang kuat dalam mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara konsisten (istiqamah) dapat beperan besar dalam membentuk Generasi Rabbani.

Kedua, penguatan keteladan. Para pemimpin, guru, dosen dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan kepada generasi muda. Mengingat generasi muda memiliki kecenderungan meniru dan mencontoh sikap dan perilaku orang dewasa. Jika kita sebagai orang dewasa selalu memberikan “uswatun hasanah” tentu akan memengaruhi sikap dan perilaku karakter dan kepribadian generasi muda.

Ketiga, integrasi pendidikan formal dan non-formal. Integrasi pendidikan ini sangat penting dalam rangka menumbuhkan generasi Rabbani yang berkarakter berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam. Pendidikan non-formal seperti halaqoh, monitoring keislaman, dan pembiasaan beribadah bisa menjadi pelengkap dari pendidikan formal yang diterima di sekolah atau universitas. Langkah ini penting untuk mengatasi sistem pendidikan formal yang selama ini menekankan dan memprioritaskan capaian akademik saja dibandingkan dengan pengembangan karakter dan moral generasi muda. 

Oleh karena itu, generasi muda musti memiliki dan mengembangkan tiga kecerdasan sekaligus secara proporsional. Kecerdasan inteletual (Intellectual Quetient), kecerdasan emosional (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient), agar berjalan secara seimbang dan tidak berat sebelah dalam rangka membentuk intelektual, karakter dan memiliki arah yang jelas berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.

Baca juga : Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja

Keempat, lingkungan islami. Lingkungan memiliki peran besar dalam memengaruhi pembentukan sikap, karakter dan perilaku manusia. Individu yang lahir dan besar di lingkungan yang baik, positif dan relijius, maka mereka memiliki kesempatan besar untuk menjadi orang yang baik dan islami, serta begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif, positif dan islami, guna mewujudkan generasi Rabbani yang beriman, berakhlak, berkarakter sesuai dengan ajaran islam.

Pada akhirnya, untuk mewujudkan Generasi Rabbani menjadi tanggung jawab bersama. Pendidikan keluarga, kolaborasi dan integrasi pendidikan, penguatan keteladan, dan lingkungan islami menjadi langkah strategis di tengah tantangan dan ancaman globalisasi, individualisme, dan sekularisme yang sermakin mengikis nilai-nilai intelektual, keimanan, moral, dan kepedulian sosial.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense