Pernahkah Anda memperhatikan bak mandi, halaman, atau sudut rumah setelah hujan turun? Di tempat-tempat yang terlihat biasa, nyamuk Aedes aegypti bisa berkembang biak dan menjadi salah satu pembawa virus dengue. Demam berdarah dengue atau DBD bukan hanya soal kesehatan ketika jumlah kasus semakin banyak, tetapi juga bahaya yang bisa muncul dari kebiasaan kecil yang sering dianggap remeh.
Genangan air di sekitar rumah, meskipun tampak jernih, bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit bagi keluarga maupun lingkungan di sekitarnya. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa DBD adalah salah satu masalah kesehatan yang berbahaya karena bisa membahayakan nyawa jika tidak segera dideteksi dan ditangani.
Nyamuk yang menyebarkan DBD mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal manusia. Ia bisa berkembang biak di bak mandi, ember, vas bunga, serta barang-barang bekas yang menampung air hujan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun rumah tampak bersih, belum tentu bebas dari jentik nyamuk.
Baca juga : Bukan Hanya Kesehatan Fisik, Kesehatan Mental Remaja Juga Perlu Dijaga
Satu wadah kecil yang terlewat dari pemeriksaan bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak, lalu menularkan virus kepada orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah harus dipahami sebagai cara melindungi kesehatan, bukan hanya sekadar aktivitas untuk membuat tempat tinggal terlihat bersih dan rapi.
Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN bisa dilakukan bersama-sama melalui gerakan 3M Plus. Masyarakat harus membersihkan wadah penampungan air secara rutin dengan membersihkan dinding wadah, menutup rapat tempat menyimpan air, serta membuang atau mendaur ulang benda-benda bekas yang mungkin bisa menampung air. Air dalam vas bunga dan tempat minum hewan harus diganti secara rutin.
Selain itu, warga bisa memasang kasa di ventilasi, menggunakan kelambu atau obat nyamuk, serta merawat ikan yang memakan jentik. Larvasida bisa digunakan di tempat-tempat yang sulit dikuras seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan. Kebiasaan itu harus dilakukan terus-menerus, bukan hanya saat musim hujan atau setelah tetangga terkena DBD.
Baca juga : Asap yang Tak Terlihat, Dampak yang Terasa
Menguras bak mandi sekali saja tidak cukup, karena di hari-hari berikutnya mungkin masih ada wadah lain yang dibiarkan terbuka. Oleh karena itu, setiap keluarga sebaiknya menyisihkan waktu untuk memeriksa rumah dan halaman secara rutin. Kerja bakti, pemantauan jentik, serta penyuluhan kesehatan juga bisa memperkuat upaya mencegah penyakit di lingkungan sekitar.
Masyarakat harus tahu tanda-tanda DBD supaya orang yang sakit bisa mendapatkan bantuan cepat. Demam tinggi terjadi tiba-tiba selama dua hingga tujuh hari, disertai sakit kepala, nyeri pada otot dan sendi, nyeri di bagian belakang mata, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit, merupakan tanda-tanda yang perlu diperhatikan. Jika mengalami mimisan, gusi berdarah, muntah terus-menerus, nyeri perut yang sangat parah, muntah darah, atau tubuh terasa sangat lemah, orang yang sakit harus segera dibawa ke tempat layanan kesehatan.
Pencegahan DBD tidak bisa hanya bergantung pada pemerintahan dan pekerja kesehatan saja. Keluarga, sekolah, serta seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi. Setiap rumah yang tidak memiliki jentik berarti mengurangi kemungkinan nyamuk berkembang biak dan menyebarkan penyakit.
Baca juga : Kesadaran Hidup Sehat Dimulai dari Diri Sendiri
Oleh karena itu, PSN harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Langkah-langkah mudah seperti mengosongkan, dan membersihkan area sekitar bisa menjadi perlindungan penting bagi keluarga. Sebelum penyakit DBD menyerang, setiap orang sebaiknya mulai memeriksa kondisi rumahnya sendiri, karena merawat lingkungan sekitar berarti juga merawat kesehatan bersama.
Artikel ini ditulis oleh Fita Amelia Soeril, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fanny, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisya Luthfiah Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.