Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Soal RUU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Buka Ruang Dialog Hingga 22 September
- Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
- B50 Sudah Mengalir Di 6.050 SPBU, ESDM Perkuat Pengawasan
- BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora
- PLN Indonesia Power Raih 97 Penghargaan ENSIA 2026
Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
Rabu, 16 September 2026 17:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tren penurunan jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan menjadi sinyal positif.
Namun, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta seluruh pihak tetap memperkuat kolaborasi dan kewaspadaan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga Karhutla benar-benar terkendali.
Menhut Raja Juli mengatakan, pemerintah terus bekerja secara serius dan bersinergi dalam menangani Karhutla.
Baca juga : BNPB Catat 3 Karhutla Di Sulawesi & Jawa, 1 Petugas Meninggal
Dia juga meminta masyarakat Sumatera Selatan mempercayai upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Saya kira kita optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Manggala Agni, BNPB, BPBD, MPA, dan tentu partisipasi masyarakat,” ujar Raja Antoni di Palembang, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menjaga tren penurunan angka Karhutla. Targetnya, bukan hanya menekan jumlah hotspot, tetapi juga titik api atau fire spot hingga mencapai nol.
Baca juga : Menhut: Banpres Karhutla Bentuk Perhatian Prabowo untuk Sumsel
“Kita berharap ini bisa terus kita jaga, terus kita kolaborasikan, sehingga angka Karhutla ini terus menurun dan kemudian mudah-mudahan bisa menjadi zero, baik hotspot maupun fire spot,” katanya.
Raja Juli juga mengingatkan bahwa kondisi Karhutla masih perlu diwaspadai. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikannya, fenomena El Nino masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November, sebelum memasuki periode ketika hujan alami mulai turun.
Karena itu, Raja Juli kembali mengingatkan seluruh pihak untuk disiplin mencegah munculnya titik api, termasuk tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Menurutnya, imbauan tersebut berlaku bagi masyarakat maupun korporasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya