BREAKING NEWS
 

Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan Masyarakat

Writer : IKM10 UINSU Stambuk 2026g
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 24 September 2026 22:16 WIB
Ilustrasi polusi udara di kota-kota besar. (Gambar: Istimewa)

Udara bersih merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia karena menyediakan oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi organ. Oksigen berperan penting dalam proses pernapasan, metabolisme, serta menjaga fungsi organ agar bekerja dengan baik. Namun, menurunnya kualitas udara akibat polusi menyebabkan udara yang dihirup mengandung partikel dan zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Oleh karena itu, menjaga kualitas udara menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Polusi udara merupakan salah satu persoalan lingkungan yang semakin serius dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Pencemaran udara berasal dari berbagai sumber, seperti emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran sampah, kebakaran hutan dan lahan, serta asap rokok. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi penyumbang utama pencemaran udara. Akibatnya, kualitas udara menurun dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pencemaran udara termasuk salah satu faktor risiko utama penyebab jutaan kematian dini setiap tahun di seluruh dunia.

Di Indonesia, masalah polusi udara banyak terjadi di wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas transportasi dan industri yang tinggi. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, pembangunan yang pesat, serta aktivitas pabrik menghasilkan emisi yang mencemari udara. Salah satu polutan yang paling berbahaya adalah partikel halus PM2.5 yang berukuran sangat kecil sehingga mampu masuk ke saluran pernapasan, mencapai paru-paru, bahkan aliran darah. Selain PM2.5, terdapat pula PM10, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan ozon yang turut berkontribusi terhadap pencemaran udara dan membahayakan kesehatan manusia (Kementerian Kesehatan RI, 2024).

Baca juga : Bukan Sekadar Senyum, Bagi Kholidin Gigi Jadi Bagian Teknik Memanah

Paparan polusi udara dapat menimbulkan dampak kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, polusi udara dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gejala tersebut sering dialami oleh masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Sementara itu, paparan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, bahkan kematian dini (Ertiana, 2022).

Adsense

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak polusi udara adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Pada anak-anak, paparan polusi udara dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fungsi paru-paru sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan di masa depan. Pada ibu hamil, kualitas udara yang buruk berisiko memengaruhi kesehatan ibu maupun janin, seperti meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah atau mengalami gangguan perkembangan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Selain berdampak pada kesehatan individu, polusi udara juga memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara luas. Meningkatnya jumlah penderita penyakit akibat pencemaran udara menyebabkan beban pelayanan kesehatan semakin besar. Biaya pengobatan meningkat, produktivitas masyarakat menurun, dan kualitas hidup ikut terdampak. Anak-anak dapat kehilangan waktu belajar karena sakit, sedangkan orang dewasa berisiko mengalami penurunan produktivitas kerja. Dampak tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga serta meningkatkan beban ekonomi masyarakat dan pemerintah.

Baca juga : Potret Buram Hoarding Disorder di Tengah Masyarakat

Upaya mengurangi dampak polusi udara memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah berperan dalam menyusun kebijakan pengendalian pencemaran udara, memantau kualitas udara, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat dapat berkontribusi dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, memanfaatkan transportasi umum, tidak membakar sampah sembarangan, menanam pohon, menghemat energi, dan menggunakan masker ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat (Kementerian Kesehatan, 2023). Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan polusi udara sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.

Sebagai bagian dari masyarakat, khususnya mahasiswa kesehatan masyarakat, penting untuk memahami bahwa kualitas udara merupakan salah satu faktor penentu derajat kesehatan. Meningkatkan kesadaran masyarakat, mendukung kebijakan lingkungan yang sehat, serta menerapkan perilaku ramah lingkungan merupakan langkah nyata untuk mengurangi dampak pencemaran udara. Dengan menjaga kualitas udara dan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan, risiko penyakit akibat polusi udara dapat ditekan sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh Putri Febriani, Luthfiah Mawar M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., Luthfiyah Aqilah Siagian, dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense