BREAKING NEWS
 

Petani Milenial Oesusu Kembangkan Hilirisasi Cacing untuk Pakan dan Vermikompos

Writer : I kadek Yoga Kertiyasa
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 1 Oktober 2026 22:16 WIB
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana. (Foto: Dok. PKM

Kelompok Tani Sejahtera di Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, mengembangkan budidaya dan hilirisasi cacing Lumbricus sp. sebagai upaya meningkatkan kemandirian pakan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani milenial.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana dengan tim pelaksana yang terdiri atas I Kadek Yoga Kertiyasa, sebagai ketua, Dewi Elfrida Sihombing dan Tomycho Olviana.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Kelompok Tani Sejahtera mendapat pendampingan budidaya cacing, pengolahan biomassa menjadi bahan pakan, produksi pelet, serta pemanfaatan media bekas budidaya sebagai vermikompos. Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan produk unggulan Desa Oesusu melalui konsep One Village One Product (OVOP).

Baca juga : Bahlil Buka Suara soal Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi

Kegiatan tidak hanya berfokus pada budidaya cacing, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui proses hilirisasi. Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu membudidayakan cacing, tetapi juga mengolah hasil budidayanya menjadi produk yang lebih bernilai. Biomassa cacing dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan, sementara media bekas budidayanya dapat dikembangkan menjadi vermikompos.

Pada tahap budidaya, anggota kelompok dilatih menyiapkan media Lumbricus sp. dengan memanfaatkan bahan organik lokal berupa kotoran sapi, sekam padi, dan serbuk kayu. Media terlebih dahulu difermentasi atau dikondisikan sekitar 5–7 hari sebelum digunakan. Kelembapan media dijaga sekitar 60–70 persen dengan suhu 25–30°C. Penebaran kokon dan cacing hidup dilakukan secara bertahap dan diikuti monitoring perkembangan populasi.

Selain budidaya cacing, tim juga memberikan pelatihan produksi pakan secara mandiri. Anggota kelompok dilatih menyusun formulasi ransum dengan memanfaatkan tepung Lumbricus sp. sebagai salah satu sumber protein yang dikombinasikan dengan bahan pakan lokal. Pelatihan mencakup penimbangan bahan, penepungan, pencampuran, pengaturan kelembapan adonan, pencetakan pelet, pengeringan, hingga penyimpanan produk.

Baca juga : Suyudi Ario Seto Kapolri, Sugiono PMK, Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi

Untuk mendukung proses produksi, kelompok turut dilatih mengoperasikan mesin penepung 6,5 HP dan mesin pencetak pelet 8 HP. Mitra mempraktikkan secara langsung pemeriksaan mesin, penepungan bahan, pencampuran ransum, pencetakan pelet, hingga pembersihan dan pemeliharaan mesin setelah digunakan.

Harapannya, kelompok tidak hanya menjadi pengguna pakan komersial, tetapi secara bertahap mampu memproduksi sebagian kebutuhan pakan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan lokal dan hasil budidaya cacing.

Media hasil budidaya juga diarahkan menjadi vermikompos untuk mendukung kegiatan pertanian. Dengan demikian, budidaya cacing memberikan manfaat ganda, yakni biomassa cacing sebagai bahan pakan dan vermikompos sebagai pupuk organik bernilai guna.

Baca juga : TKDN Mobil Listrik Jadi Kunci Pengembangan Industri Dan Hilirisasi

Melalui integrasi budidaya Lumbricus sp., produksi pakan pelet, dan pemanfaatan vermikompos, tim PKM bersama Kelompok Tani Sejahtera berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemandirian usaha berbasis sumber daya lokal serta mendorong terbentuknya produk unggulan Desa Oesusu yang berkelanjutan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense