BREAKING NEWS
 

Sektor Otomotif Bangkit

Penjualan Bakal Naik, Dharma Polimetal Siap Jaga Kualitas Produk

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 23 November 2021 14:53 WIB
Konferensi pers rencana Initial Public Offering (IPO) PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) digelar virtual, Senin (22/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif untuk sepeda motor dan mobil, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis penjualan bakal mengalami peningkatan. Hal itu dipengaruhi oleh bisnis di sektor otomotif yang telah bangkit dari gempuran Pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, bisnis sepeda motor dan mobil di Indonesia di tahun ini sudah menggeliat. Di tahun depan diprediksi memiliki prospek yang lebih cerah.

Momen ini juga menjadikan perseroan untuk terus menjaga kualitas produk yang dihasilkan untuk para pelanggannya. Perusahaan tetap menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan Research and Development atau R&D demi menjaga serta meningkatkan kualitas produk.

Baca juga : Banyak Mobil Baru, Dharma Polimental Ketiban Untung

"Kami terus memperkuat kemampuan R&D dan Engineering. Serta meningkatkan kapasitas produksi produk komponen otomotif seiring dengan bangkitnya sektor otomotif," terangnya dalam konferensi pers, rencana Initial Public Offering (IPO) yang digelar virtual, Senin (22/11).

Dia meyakini, penjualan tahun depan akan meningkat sebesar 20 persen. Adapun pelanggan perusahaan saat ini adalah berbagai perusahaan otomotif. Mereka antara lain AHM, Daihatsu, Honda, Toyota, Hyundai, Suzuki, Yamaha, Kawasaki, Denso, dan masih banyak lagi.

Adsense

Ke depan, perusahaan juga berencana menambah jumlah pelanggan. Optimistis perusahaan juga didorong oleh rencana perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham di akhir 2021 ini.

Baca juga : Perkuat Komunikasi Publik, Polri Genjot Kinerja Humas

Rencananya, DRMA akan menerbitkan saham baru sekitar 15 persen dari jumlah modal yang disetor penuh pada saat Initial Public Offering (IPO), atau sebanyak banyaknya 705.882.300 (tujuh ratus lima juta delapan ratus delapan puluh dua ribu tiga ratus) lembar saham dengan rentang harga penawaran antara Rp 500 hingga Rp 620 per lembarnya.

Melalui aksi penawaran umum perdana saham tersebut DRMA akan menghasilkan dana sekitar Rp 352,9 miliar hingga Rp 437,6 miliar. Selain itu, ditunjang oleh target dana dari kegiatan IPO, ia berharap mampu meraih kinerja yang lebih baik di tahun mendatang.

Terkait alokasi dana IPO, DRMA akan menggunakan sebesar 70 persennya untuk belanja modal dalam rangka ekspansi bisnis perseroan. Kemudian 25 persen digunakan untuk menambah modal dan kepemilikan anak usaha dan sisanya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan lainnya.

Baca juga : PLN Siapkan Beragam Jurus Pamungkas

Bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) yakni sebesar 10 persen atau sebanyak-banyaknya 70.588.200 saham. Saham Dharma nantinya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2021.

Sementara itu CIMB Niaga Sekuritas dan Sucor Sekuritas berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek Dharma Polimetal. Masa penawaran awal IPO DRMA akan berlangsung pada 19-30 November 2021.

Kemudian pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan dapat diperoleh pada 8 Desember 2021. Sementara masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 9-15 Desember 2021, tanggal penjatahan pada 15 Desember 2021, dan distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2021. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense