Sebelumnya
Beras organik ini merupakan produksi dari sistem agroekologi atau pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang dibangun oleh JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi selama sejak 2013.
JOB Tomori melihat sejumlah fakta di lapangan, yakni penggunaan pupuk kimia berlebihan, hasil produksi padi konvensional rendah, tingginya penggunaan air irigasi, keterbatasan sarana produksi pertanian, tingginya biaya penanggulangan dan kelembagaan tani kurang optimal.
Baca juga : Hari Ini Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin, Alhamdulillah Toleransi Menang
Padahal Banggai memiliki potensi berupa 93 persen luas area pertanian dan perkebunan dan masyarakat yang bekerja sebagai petani.
Selain mengaplikasikan prinsip ekologi, menurut Agus Sudaryanto, Relation, Security and Cimmunity Development Manager JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi, program ini juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pilar keberlanjutan sosial ekonomi dan lingkungan.
Baca juga : Petani Binaan Pertamina Sulap Sekam Jadi Pupuk Organik
"Program ini mengatasi akar masalah dan memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan," katanya.
Ada dua kelompok tani di dua lokasi yang mengawali program agroekologi di bawah binaan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi, yakni Bernas Batui Selatan di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, dan Sumber Tani Lestari di Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong.
Baca juga : Bernilai Ekonomi, Mitra Binaan Pertamina Sulap Jelantah Jadi Lilin
Kepala Desa Sumber Harjo, Baron mengatakan, pihaknya telah mendapatkan program pendampingan dari JOB Tomori berupa penguatan tata kelola BumDes sebagai wadah pemasaran produk dan kebutuhan petani.
"Kami telah mengeluarkan Perdes terkait pelarangan pemburuan Burung Tyto Rosenbergy sebagai hewan endemik setempat, sehingga kami telah berhasil merubah perilaku masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktifitas hasil pertanian," ujarnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.