Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hari Ini Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin, Alhamdulillah Toleransi Menang

Minggu, 5 Desember 2021 14:43 WIB
Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani (Foto: Istimewa)
Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani menegaskan, peletakan batu pertama pembangunan GKI Yasmin Bogor pada hari ini, Minggu (5/12), patut kita rayakan sebagai wujud kemenangan toleransi sebagai karakter bangsa Indonesia.

Menurutnya, hal ini adalah kebanggaan bagi kita semua, bahwa kita akhirnya mampu menyelesaikan persoalan yang terbilang rumit.

"Kita tahu, selama kurang lebih 16 tahun sejak 2006, persoalan GKI Yasmin Bogor menyita energi dan memicu ketegangan sosial," kata Jaleswari dalam keterangannya, Minggu (5/12).

Persoalan ini juga senantiasa menjadi catatan lembaga-lembaga pemantau kebebasan beragama dan berkeyakinan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Berita Terkait : AS Laporkan Kasus Pertama Omicron, Pasien Sudah Divaksin Penuh, Gejalanya Ringan

Laporan dari lembaga-lembaga itu selalu menunjuk persoalan GKI Yasmin Bogor sebagai penanda pelanggaran HAM, terutama terkait hak kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Kasus ini juga selalu ditengarai sebagai bentuk menguatnya intoleransi.

Penyelesaian GKI Yasmin menunjukkan pemerintah mempunyai komitmen yang kuat, untuk menyelesaikan berbagai persoalan akibat konflik keagamaan.

"Kita patut bersyukur, masalah ini akhirnya bisa selesai dengan tuntas, meski melalui jalan panjang yang berliku. Hal ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua, merawat toleransi bukanlah hal yang mudah. Lebih sulit lagi, melakukan reparasi sosial sebagai residu dari konflik keagamaan," papar Jaleswari.

Berita Terkait : Idris Laena Ingin Gema MKGR Pahami Nilai Kebangsaan

Karena itu, lanjutnya, jangan pernah memberikan ruang munculnya gerakan intoleran, yang akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

"KSP memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian masalah GKI Yasmin, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung," tutur Jaleswari.

Jaleswari berpendapat, Walikota Bogor Bima Arya perlu diapresiasi secara khusus, karena dialah yang melakukan orkestrasi seluruh proses penyelesaian ini.

Selain itu, tokoh-tokoh lintas agama di Bogor juga perlu diapresiasi, karena berusaha keras untuk menjaga ruang social yang kondusif. Sehingga, memudahkan proses penyelesaian.

Berita Terkait : Isi Pendidikan Kader Utama PDIP, Sukur Bicara Trisakti

"Kita perlu belajar. Jangan sampai, peristiwa seperti GKI Yasmin ini terulang Kembali. Jangan cederai toleransi dengan tindakan-tindakan tidak terpuji, yang akan menyulitkan kita semua," tegas Jaleswari. [HES]