Sebelumnya
Airlangga yakin, torehan cemerlang itu bisa tercapai. Contohnya, tahun lalu, di kuartal I-2021, ekonomi bergerak positif. Namun, realisasi kuartal I-2022 nanti akan sangat berpengaruh pada kuartal II-2022, yang akan didorong momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 juga akan didorong oleh program pemerintah untuk penanganan Covid-19. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 455,62 triliun, khusus untuk sektor kesehatan sekitar Rp 122,5 triliun.
Baca juga : Tumbuh 3,67 Persen, Industri Manufaktur Mulai Pulih
"Untuk penanganan pasien sekitar Rp 32,96 triliun, walaupun tentu akibat Delta kemarin masih ada yang carryover, yang besarnya sekitar Rp 23,6 triliun. Ada program perlindungan masyarakat Rp 154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 178,3 triliun," terangnya.
Pandangan berbeda disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Dia menganggap, pertumbuhan ekonomi 2021 belum memuaskan. Seharusnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, karena diawali dengan minus di kuartal I-2021. Perekonomian juga sudah terbantu banyak dengan booming harga komoditas di perkebunan dan pertambangan.
"Tapi sayangnya, karena kualitas manufakturnya rendah, dan mengandalkan komoditas primer maupun setengah jadi, akhirnya dorongan pertumbuhan tidak bisa maksimal," ulas Bhima, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Di sisi lain, laju penularan Omicron sangat berdampak terhadap kegiatan konsumsi rumah tangga, khususnya di kuartal IV-2021. Masyarakat kembali tertahan untuk lakukan belanja di luar rumah. Inflasi yang mulai merangkak juga bakal menggerus daya beli di kelas menengah dan bawah.
Baca juga : Ekonomi Siuman, Penjualan Fuso Ngegas Lagi
Kata Bhima, musuh terbesar di akhir 2021 sampai dua tahun ke depan adalah inflasi. Karena itu, dia berpesan agar Pemerintah serius menyikapi naiknya harga di level produsen maupun konsumen. Apalagi, ketersediaan lapangan kerja masih belum pulih, seperti prapandemi. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.