BREAKING NEWS
 

Meski 2 Tahun Digempur Covid, Tugure Berhasil Pertahankan Kinerja Positif

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 20 April 2022 01:33 WIB
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Selain RBC yang menjadi patokan regulator adalah rating terhadap perusahaan reasuransi mengenai kekuatan keuangannya.

Tak aneh dalam kondisi ekonomi yang seperti ini cukup banyak perusahaan asuransi dan reasuransi yang ratingnya akan turun atau sudah terancam akan turun. Adapun yang melakukan rating ini adalah badan independen yang tidak bisa dipengaruhi oleh pihak mana pun. Salah satunya Fitch ratings.

"Rating oleh Fitch ini Alhamdulillah dari tugure meskipun dalam kondisi pandemi rating kami tetap A+ dan outlook kami stabil," tegasnya.

Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2021, Perseroan membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 26,86 miliar pada akhir 2021.

Baca juga : Erick: Tahun Ini Kementerian BUMN Harus Jadi Yang Pertama Terapkan e-Government

Realisasi itu bertumbuh sekitar 93,51 persen bila dibandingkan laba setelah pajak perseroan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp 13,88 miliar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2021, industri reasuransi secara kumulatif mencatatkan rugi setelah pajak senilai Rp 610,28 miliar.

Realisasi itu turun signifikan dibandingkan akhir 2020 yang masih mencatatkan laba setelah pajak senilai Rp 593,84 miliar. Pertumbuhan laba setelah pajak Perseroan pada 2021 itu ditopang oleh hasil underwriting senilai Rp 1,18 miliar dan hasil investasi Rp 109,89 miliar pada 2021. 

Di sisi lain, jumlah beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp 93,22 miliar atau turun 16,83 persen dibandingkan 2020 yang tercatat senilai Rp 112,08 miliar.

Baca juga : Alsintan Dorong Modernitas Pertanian Sumatera Barat

Pada tahun lalu, Perseroan mencatatkan premi bruto senilai Rp 2,26 triliun dengan lebih dari 50 persen pendapatan tersebut berasal dari bisnis fakultatif di reasuransi umum.

Untuk unit bisnis ini, lini bisnis Facultative Financial Risk mencatatkan pertumbuhan hingga 8 persen Facultative Casualty & Energy meningkat 6 persen.

Sementara lini Facultative Marine & Aviation membukukan premi bruto sebesar 87 persen dibanding tahun lalu, dan Facultative Property & Engineering membukukan premi bruto sebesar 26 persen dibanding tahun lalu.

Perseroan meraup premi bruto dari bisnis treaty meningkat 15 persen dibanding tahun lalu. Serta lini reasuransi jiwa menyumbangkan premi bruto sebesar 76 persen dibanding tahun lalu.

Baca juga : MH Expo 2022 Tampilkan Berbagai Pelayanan Kesehatan Berkualitas Dunia

Sementara pada akhir 2021, aset Perseroan tercatat senilai Rp 4,35 triliun dengan total investasi mencapai Rp 2,07 triliun. Tingkat solvabilitas (RBC) Tugure pada akhir 2021 mencapai 230 persen, meningkat dari 226 persen per 31 Desember 2020. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense