BREAKING NEWS
 

Bangun Pabrik Di Citeureup

Chateraise Genjot Kolaborasi Dengan Petani & Peternak

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 8 Juni 2022 15:57 WIB
CEO Gobel International Hiramsyah Thaib (kedua kanan), CEO Chateraise Japan Y. Furuya (kedua kiri) bersama CEO PT Gobel Dharma Sarana Karya Regi Datau (kanan) dan VP CIM Tsuchiya (kiri) tengah mencicipi kue-kue produk Chateraise Indonesi di sela acara opening ceremony pabrik Chateraise Indonesia, di Citeureup Bogor Jawa Barat, Rabu (8/6). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT. Chateraise Indonesia Manufacturing akan meningkatkan kolaborasi dengan petani dan peternak. Hal ini seiring dengan dibangunnya pabrik milik perseroan di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Direktur PT Chaterase Indonesia Manufacturing, Regi Datau mengatakan, Chaterase Indonesia menerapkan konsep Farm Factory.

“Melalui konsep Farm Factory, Chateraise melakukan kolaborasi dengan petani dan peternak, dan sekaligus melakukan transfer teknologi untuk menghasilkan produk bahan baku yang berkualitas dan alami,” ujarnya di acara Grand Launching Pabrik Chateraise, di Citeurup, Rabu (8/6).

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu petani dan peternak meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk mereka, sehingga mampu memenuhi standar bahan baku industri makanan dan minuman yang tinggi.

“Salah satu daya saing produk kami adalah menggunakan bahan baku alami dan dipasok langsung dari petani dan peternak. Dengan berdirinya pabrik ini, memberi peluang bagi kami untuk meningkatkan kerja sama dengan petani dan peternak untuk menghasilkan bahan baku yang berkualitas tinggi,” katanya.

Baca juga : UIN Bandung Miliki Instruktur Moderasi Beragama Tersertifikasi Internasional

Melalui konsep Farm Factory, Chateraise melakukan kolaborasi dengan petani dan peternak, dan sekaligus melakukan transfer teknologi untuk menghasilkan produk bahan baku yang berkualitas dan alami.

“Melalui konsep Farm Factory, kehadiran pabrik ini tentu juga akan berupaya keras untuk memberi dampak positif bagi petani dan peternak,” kata Regi.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT. Gobel International, Hiramsyah S. Thaib mengatakan, konsep Farm Factory merupakan bentuk keberpihakan kepada petani dan peternak. “Prinsipnya pak Rachmat Gobel itu selalu keberpihakan kepada petani, UMKM itu dilakukan dengan proses yang betul,” ujarnya.

Adsense

Dia juga mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pembinaan terhadap petani. Mulai dari peningkatkan kualitas produk sampai peningkatkan produk pertanian.

Pasar Ekspor

Baca juga : Kemlu Terus Koordinasi Dengan Otoritas Swiss Cari Anak Kang Emil

Chateraise Indonesia menargetkan jadi basis produksi untuk ekspor. Apalagi, pabrik ini merupakan pabrik kedua di luar Jepang setelah Belanda. “Kita targetkan jadi basis produksi ekspor halal,” ujarnya Regi.

Menurut dia, pihaknya saat ini fokus bagaimana membuat makanan yang bahan bakunya hanya Indonesia yang punya. Sehingga kompetitor di luar tidak bisa bersaing.

Apalagi, kata dia, dengan adanya pabrik di Citeureup, bisa memenuhi kebutuhan baku baku. Sehingga ketergantungan terhadap impor berkurang.

Untuk diketahui, industri makanan dan minuman beperan besar dalam partumbuhan perekonomian nasional. Pada 2021 lalu, kontribusi sektor ini terhadap industri nonmigas mencapai 38,05 persen dan 6,61 persen total Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Disamping itu, sektor industri makanan dan minuman juga tercatat sebagai sektor usaha yang paling melibatkan usaha kecil dan mikro, yang jumlahnya mencapai 1,6 juta unit, yang secara langsung menyerap tenaga kerja sekitar 3,6 juta orang.

Baca juga : Lestari: Butuh Kolaborasi Tanggulangi Stunting

Industri ini sangat berpeluang untuk terus tumbuh. Dalam beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan sektor ini selalu berada di atas rata-rata sektor industri manufaktur lainnya, termasuk pertumbuhan PDB nasional.

Sebelum pandemi Covid-19, laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman mencapai sekitar 7-9 persen per tahun.

Pada saat Covid, ketika hampir semua sektor industri manufaktur mengalami kontraksi, industri makanan dan minimuman tetap tumbuh yaitu 1,58 persen pada 2020 dan 2,54 persen pada 2021. Tahun ini diperkirakan, pertumbuhan sektor ini diperkirakan bisa mencapai 5-7 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense