Sebelumnya
KONVO juga mengimbau agar para produsen untuk ikut serta mengambil bagian dalam tanggung jawab pengguna vape untuk mengedukasi para retail.
Mereka diminta tidak menjual vape maupun e-liquid tidak berbea cukai dan belum jelas isi kandungannya. Pada akhirnya, secara umum baik regulator, produsen dan konsumennya lah yang bertanggung jawab atas penggunaan rokok elektrik.
"Karena meski sudah ada aturan terbaik yang dipatuhi oleh para produsen namun jika para konsumennya masih ada yang menyalahgunakannya menjadi percuma," tegasnya.
General Manajer RELX Indonesia Yudhistira Eka Saputra mengatakan, saat ini konsumen terutama generasi milenial sudah banyak yang beralih dari rokok konvensional ke produk kekinian seperti Relx yang awareness terhadap teknologinya tinggi.
Baca juga : Dorong Pembangunan Museum Nabi Muhammad Di Indonesia, Puan Banjir Pujian
"Intinya kami tidak menciptakan perokok baru, tapi untuk mengurangi risiko berbahayanya merokok konvensional," kata Yudhistira .
Pihaknya mempunyai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan pabrik untuk menyediakan alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa, yang memiliki keinginan untuk berhenti.P ihaknya juga merancang produk yang memungkinkan pengguna bisa mengadopsi alternatif yang lebih baik.
RELX memanfaatkan kekuatan teknologi dan desain dengan pendekatan yang berpusat pada manusia. Pihaknya memberikan pengalaman produk dan pelanggan yang terbaik.
"RELX mengoperasikan lab standar CNAS pertama yang dimiliki oleh merek rokok elektronik independen. Berlokasi di Shenzhen, China, lab tersebut menerapkan standar industri paling ketat di dunia untuk produk rokok elektrik," katanya.
Baca juga : Dihantam Wakil Senegara, Bagas/Fikri Tumbang Di Babak Awal
Ketua Umum APPNINDO Roy Lefrans mengatakan di tahun 2022 ini APPNINDO akan melakukan fokus pada beberapa hal yang juga akan didukung oleh RELX dan KONVO.
Di antaranya meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan kategori Rokok Elektrik (RE) dan Hasil Pengolahan Tembakau lainnya, termasuk memberikan advokasi perbedaan karakteristik dan profil risikonya.
Program lainnya adalah mengadvokasi diterbitkannya kebijakan untuk Rokok Elektrik (RE) dan HPTL berdasarkan kajian profil risiko serta mengacu pada kajian ilmiah.
"Upaya lainnya adalah mengadvokasi pengaturan cukai produk RE dan HPTL yang wajar sesuai profil risiko yang terus memberikan ruang untuk pengembangan inovasi produk," katanya.
Baca juga : Pelukis Hongaria Dan Indonesia Gelar Pameran Di Stefania Palace
Seperti diketahui, produk alternatif rokok dinilai bisa membantu para perokok untuk beralih atau bahkan berhenti merokok.
Berbagai produk tersebut seperti vape, mods, pods, rokok elektronik, dan e-cigar, adalah beberapa dari banyak istilah produk tembakau yang digunakan untuk menggambarkan ENDS. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.