Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buya Syafii Wafat

Pejabat Dan Rakyat Berduka

Sabtu, 28 Mei 2022 06:40 WIB
Presiden Jokowi ikut mensalatkan jenazah almarhum Buya Syafii Maarif, di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, kemarin.
Presiden Jokowi ikut mensalatkan jenazah almarhum Buya Syafii Maarif, di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, kemarin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalimat ini menghiasi berbagai platform linimassa, kemarin, usai muncul kabar wafatnya Buya Ahmad Syafii Maarif. Perasaan duka tak cuma ditumpahkan para pejabat, tapi juga datang dari rakyat biasa.

Kabar duka itu mula-mula datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. Ia mengumumkan kepulangan Buya Syafii lewat akun sosial medianya.

Dalam unggahannya di Instagram, Haedar tampak duduk di samping kasur rumah sakit, tempat jenazah Buya Syafii dibaringkan. Seraya menyalami Nurkhalifah, istri Buya, yang menemani hari-hari terakhir Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-13 itu.

Berita Terkait : Buya Syafii Wafat, PGI: Selamat Jalan Guru Bangsa

Kata Haedar, Buya wafat pukul 10.15 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (27/5). "Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka," tulis Haedar, membuka kalimat dan unggahannya.

Ia mendoakan Buya Syafii husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di alam kuburnya dan ditempatkan di surga. "Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan doanya dari kita semua," sambungnya.

Sontak, unggahan ini dipenuhi komentar duka, doa-doa, dan emoji isak tangis.

Berita Terkait : Ganjar: Buya Syafii Tokoh Panutan Yang Selalu Menyejukkan

Buya Syafii meninggal di usia 86 tahun. Di usianya yang sudah lanjut, ia memang kerap bolak-balik rumah sakit. Mula-mula, ia mengalami serangan jantung pertama pada awal Maret 2022. Kondisinya kemudian membaik dan menjalani kontrol berkala secara rutin di RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Sepulang Buya dari rumah sakit, Presiden Jokowi sempat menyambangi rumah Buya, menengok kondisi kesehatannya. Saat itu, kata Jokowi, kondisi Buya sudah dalam keadaan sehat.

Namun, setelah itu Buya mengalami serangan jantung kedua. Ia kembali dilarikan ke rumah sakit pada 14 Mei 2022. Setelah mendapat perawatan intensif, Buya kembali diperbolehkan pulang pada Rabu (18/5). Karena kondisi kesehatannya yang semakin stabil.

Berita Terkait : Buya Syafii Wafat, Menteri Siti: Semoga Husnul Khatimah

Lalu, pada Kamis (26/5) sore, Buya lagi-lagi mengeluhkan sesak napas dan merasakan nyeri pada bagian dadanya. Semalaman, ia mendapat perawatan intensif dan sempat dua kali mengalami henti jantung selama beberapa menit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Presiden Jokowi langsung terbang ke Yogyakarta, melepas kepulangan Buya ke tempat peristirahatan terakhir. Peraih Ramon Magsaysay Award dan penerima Bintang Mahaputra Utama itu, sebetulnya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata. Namun, semasa hidupnya, Buya sudah berpesan agar dimakamkan di Taman Makam Husnul Khotimah Muhammadiyah, Dukuh Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo.
 Selanjutnya