Sebelumnya
Dalam rangka mempercepat penyelesaian backlog perumahan tersebut, kata Haru, perseroan menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 1,32 juta unit sampai dengan 2025.
Selain menyediakan akses pembiayaan perumahan, pihaknya akan bekerja sama dengan pengembang untuk mengembangkan hunian yang terjangkau bagi generasi milenial.
Tak hanya itu, perseroan juga terus mengembangkan bisnis dalam ekosistem perumahan. Untuk mewujudkan rencana bisnis tersebut, lanjut dia, perseroan membutuhkan peningkatan kapasitas dalam penyaluran kredit.
Baca juga : IMI dan PB ESI Bakal Gelar MotoGP eSport Indonesia Series 2022
Sehingga dengan adanya rencana right issue ini, perseroan dapat memperkuat posisinya sebagai bank terbesar ke-5 di Indonesia dari sisi aset.
Ia menyebutkan proyeksi aset perseroan pada 2025 di atas Rp 550 triliun. Kemudian, kredit tumbuh di atas 14 persen dalam lima tahun. Lalu, Return on Equity (RoE) di atas 16 persen dan rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) terjaga pada tingkat yang optimal untuk mendukung bisnis.
Ia optimistis, right issue ini juga akan memperkuat peran perseroan sebagai agent of development, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Baca juga : Right Issue Direstui DPR, BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah Untuk MBR
Terlebih lagi dengan adanya pembangunan perumahan, maka akan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mengingat 90 persen bahan konstruksi perumahan adalah produk lokal.
Bahkan, right issue ini juga akan memperluas lapangan pekerjaan di sektor perumahan dan mengoptimalkan 174 sub sektor industri terkait perumahan. Hal ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
“Right issue akan mampu meningkatkan value creation perseroan. Dengan bisnis yang tumbuh, BTN tentunya dapat meningkatkan dividen dan pajak,” yakinnya.
Baca juga : Dukung Program Sejuta Rumah, BTN Genjot Pembiayaan Perumahan Untuk Milenial
Ia menambahkan, terkait tanggal pelaksanaan right issue, seperti cum date, ex date dan periode perdagangan right akan disampaikan setelah mendapatkan persetujuan dewan komisaris dan pernyataan efektif dari OJK.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.