BREAKING NEWS
 

Tumbuh: Aplikasi Digital Edukatif dan Promotif sebagai Media Eksplorasi Biodiversitas Pendukung Kehutanan Berkelanjutan

Writer : Noerul Hanin
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 9 Januari 2023 09:16 WIB
Hutan sebagai paru-paru dunia (Foto: Betahita.id)

He who plants a tree, plants a hope.” – Lucy Larcom.

Kehutanan merupakan sektor penting yang sudah sepatutnya diperhatikan keberlanjutan keberadaannya di muka bumi. Tidak dapat dipungkiri, hutan sebagai kekayaan yang dimiliki Indonesia menyimpan beribu manfaat bagi kehidupan, yakni sebagai modal pembangunan nasional baik dari segi ekologi, sosial budaya, dan ekonomi yang secara nyata berdampak pada penghidupan nasional (Muthmainnah & Tahnur, 2018). Tercatat pada tahun 2020, luas kawasan hutan Indonesia menyentuh angka 120,42 juta hektare (BPS RI, 2022). Penobatan Indonesia sebagai negara megabiodiversity juga berkat kekayaan flora dan fauna yang tersimpan dalam luasan wilayah Indonesia. Teridentifikasi 10% dari total spesies flora dunia tersimpan di negara pusat agro-biodiversitas dunia, Indonesia (LIPI, 2020).

Sangat disayangkan, kondisi hutan dan kekayaan yang tersimpan dalam kawasan hutan di Indonesia kian mencemaskan dari waktu ke waktu. Hutan yang dianggap seakan tidak ada habisnya, berangsur-angsur menipis eksistensinya. Nyatanya, Indonesia kehilangan 9,75 juta hektare hutan primer dalam jangkauan waktu 2002-2020 dan telah menempati posisi keempat teratas di dunia sebagai negara dengan total kehilangan area hutan tertinggi pada 2020 (Katadata, 2021; Global Forest Watch, 2021). Selain itu, diketahui luas kawasan hutan di dalam negeri mengalami penurunan yang signifikan dalam kurun waktu 2015-2020, dengan rata-rata penurunan sebesar 0,21% (Data Indonesia, 2022). Keanekaragaman biodiversitas hutan yang terancam akibat eksploitasi, penebangan liar, konversi alih fungsi area hutan, perburuan, dan perdagangan liar sudah seharusnya menjadi titik fokus setiap insan terhadap kelestarian hutan dan seisinya.

Urgensi perlindungan eksistensi hutan tentu tidak terlepas dari kondisi hutan dan kekayaan alam di dalamnya yang memprihatinkan serta mengingat krusialnya fungsi hutan terutama sebagai sistem penyangga kehidupan. Pasalnya, hutan memiliki peranan yang esensial di setiap segi kehidupan, tak terkecuali pada aspek pendidikan dan ekonomi. Seiring terus berkurangnya wilayah hutan, spesies kekayaan hewani dan hayati semakin mendekati titik kepunahan. Hal ini menjadi problematika bagi seluruh pihak untuk dapat mengeksplorasi sumber daya alam flora dan fauna di hutan Indonesia dengan komprehensif. Begitu pula pada aspek ekonomi, di mana hutan, meliputi produk dan wisata kehutanan yang berpotensi besar menjadi pendongkrak ekonomi nasional nyatanya belum dikelola serta dipasarkan secara maksimal.

Melihat semua permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, digagaslah sebuah aplikasi bernama Tumbuh sebagai media eksplorasi kehutanan untuk membangkitkan semangat setiap individu dalam menjaga hutan. Selain itu, Tumbuh diinisiasikan dengan maksud mempromosikan kekayaan yang dimiliki hutan di Indonesia baik dari segi keindahan maupun hasil produksi. Nilai adaptif terhadap perkembangan zaman dan kepraktisan yang Tumbuh tawarkan memberi kemudahan bagi setiap pasang mata untuk melihat dan menjelajahi hutan di Indonesia yang kaya akan flora dan fauna hanya dengan sebuah perangkat digital. Aplikasi yang tidak terbatas oleh jarak dan waktu ini digagas guna mendukung kehutanan berkelanjutan di Indonesia.

Aplikasi Tumbuh merupakan aplikasi digital yang memiliki tujuan edukatif dan promotif terhadap kehutanan di Indonesia. Edukatif menitikberatkan pada pembelajaran, sementara promotif bersifat memasarkan pada masyarakat luas (Ariyanti & Muslimin, 2015; Dewi, 2015). Saat pengguna membuka aplikasi, pengguna akan menemukan tampilan splash screen dan halaman login untuk masuk ke dalam aplikasi. Tampilan dari halaman awal ini dapat dilihat pada Gambar 1.

Baca juga : Hari Guru Nasional Ke-77, Trakindo Dukung Penguatan Pendidikan Berkelanjutan

Gambar 1. Tampilan Halaman Awal Aplikasi (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Setelah pengguna masuk ke dalam aplikasi, pengguna akan menemukan menu Beranda, menu Profil, menu Pengaturan, dan menu Toko yang menjual produk-produk hasil hutan, seperti pada Gambar 2.

Adsense

Gambar 2. Tampilan Menu Aplikasi (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fitur utama dari aplikasi tersaji pada menu Beranda. Pertama, terdapat fitur Jelajah yang menyajikan teknologi virtual reality, yakni teknologi yang menghubungkan dunia maya dan fisik, dengan cara menerjemahkan area atau objek nyata ke dalam bentuk virtual di dalam komputer (Arpiansah et al., 2021). Setelah pengguna menghubungkan perangkat pendukung yang dimilikinya dengan aplikasi, pengguna dapat menekan tombol Mulai untuk memulai perjalanan di hutan melalui kaca mata VR, seperti pada Gambar 3.

Baca juga : Seminar Literasi Digital Di Pesantren, Semoga Santri Bijak Gunakan Internet

Gambar 3. Tampilan Sudut Pandang Pengguna VR (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Selanjutnya, terdapat pula fitur Klik yang menerapkan teknologi augmented reality, yakni teknologi yang mengintegrasikan pengalaman di ruang maya berdimensi dua dengan ruang nyata berdimensi tiga sehingga objek maya diwujudkan atau diproyeksikan secara nyata ke lingkungan fisik (Nugraha et al., 2016). Pengguna dapat memilih gambar yang ingin dicitrakan oleh aplikasi dan dapat dilihat dari berbagai arah secara tiga dimensi. Tampilan fitur ini dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Tampilan Awal Fitur Klik (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Aplikasi Tumbuh juga memiliki fitur Temukan Jalannya yang terintegrasi dengan algoritma Dijkstra untuk menentukan rute terdekat menuju lokasi hutan wisata atau hutan konservasi yang dibuka untuk umum. Algoritma Dijkstra merupakan algoritma yang digunakan untuk menentukan jarak terpendek dari satu titik ke titik lain dengan prinsip nilai terkecil (Prasetyo et al., 2019). Algoritma Dijkstra pada aplikasi Tumbuh berperan dalam menentukan jalur yang memiliki jarak serta biaya perjalanan terkecil antara titik lokasi pengguna dan titik lokasi hutan wisata. Selain itu, Tumbuh juga menerapkan algoritma Viola-Jones. Metode ini merupakan metode yang menggabungkan support vector machines, algoritma boosting, dan cascade classifier yang kemudian diterapkan pada suatu citra digital untuk mendeteksi objek (Putro et al., 2012). Algoritma Viola-Jones pada aplikasi Tumbuh diterapkan pada fitur Belajar dari Alam agar pengguna dapat mengetahui nama dan informasi lain dari tanaman yang ada di sekitarnya dengan mengarahkan kamera pada tanaman dan menekan tombol Cari Tahu untuk memulai live learning pada fitur ini. Tampilan dari fitur ini dapat dilihat pada Gambar 5.

Baca juga : SMI Dan IIF Komit Salurkan Pembiayaan Hijau Pembangunan Berkelanjutan

Gambar 5. Tampilan Fitur Temukan Jalannya dan Fitur Belajar dari Alam (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Untuk menambah wawasan pengguna terkait bidang kehutanan, aplikasi Tumbuh menyediakan fitur Data yang menyajikan data luas hutan, informasi kategori hutan di Indonesia, komoditas, dan bencana kehutanan. Terdapat pula fitur Tanam yang bertujuan untuk mengingatkan kembali setiap orang untuk melestarikan lingkungan. Pengguna yang secara sungguh menanam pohon dan menjaganya akan mendapat reward dari pihak aplikasi setelah proses validasi dilakukan, berupa poin yang dapat ditukarkan di menu Toko. Tampilan dari fitur ini dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6. Tampilan Fitur Data dan Tanam (Sumber: Desain Penulis, 2022)

Tumbuh sebagai aplikasi digital di sektor kehutanan dirancang untuk memberikan fungsi edukatif dan promotif yang mendukung kehutanan berkelanjutan di Indonesia. Fungsi edukatif dari aplikasi ini antara lain sebagai media pembelajaran, pengenalan, dan sistem informasi sumber daya hutan yang ada di Indonesia. Selain itu, aplikasi Tumbuh juga mendukung fungsi promotif kehutanan dengan mempromosikan sektor kehutanan Indonesia, khususnya terkait pariwisata dan pemasaran produk-produk hutan. Kedua fungsi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya kehutanan berkelanjutan, yakni sektor kehutanan yang memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan berkesinambungan dalam segi ekonomi karena hutan adalah harapan kita bersama, hutan adalah pelindung masa kini, masa mendatang, dan setiap masa kehidupan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense