RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso mengatakan, BRI memiliki kemampuan untuk tumbuh secara sustainable. Hal ini karena BRI ditunjang beberapa faktor yang mendukung.
“Pertama, karena telah memiliki sumber pertumbuhan baru dari ultra mikro,” kata Sunarso saat Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2023 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (13/3).
Baca juga : Lawan Krisis Iklim, Aktivis Perempuan Gelar Aksi Pedal untuk Rakyat
Kemudian, lanjut dia, secara internal BRI akan mengkonsolidasikan antar segmen. Fokusnya, ritel banking, dengan memperkuat kasa dari ritel. “Supaya strukturnya menjadi lebih sehat dan murah biayanya,” ujarnya.
Lalu, untuk tumbuh secara sustainable, BRI juga telah memiliki kecukupan modal. “Kita memiliki (modal) 25,1 persen. Jadi artinya, modalnya cukup,” ucapnya.
Baca juga : Bos BNI Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Tinggi Di 2023
Taruhannya kini, terang Sunarso, mencari likuiditas pasar. Diungkap dia, likuiditas ini yang sangat dinamis di pasar, mengikuti kondisi makro. “Seperti pengendalian inflasi dan kebijakan dalam rangka mengendalikan inflasi, itu berpengaruh terhadap likuiditas,” terang dia.
Tantangannya kemudian, paparnya, kenaikan suku bunga. Di mana BI rate memicu kenaikan suku bunga. “Itu kita sudah bikin simulasinya. Kalau kemungkinannya A, kita sudah strateginya,” imbuhnya.
Baca juga : Rapimnas III DMI Hasilkan Rekomendasi Muktamar Secara Gradual
Dia mencontohkan, jika inflasinya naik dan kualitas pinjamannya memburuk. Maka strateginya, akan memonitor kualitas pinjaman secara intensif, mempertahankan coverage ratio yang tinggi dan tumbuh secara selektif. Salah satunya dengan enhancement di credit risk model dan melakukan optimalisasi rate off.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.