Sebelumnya
Direktur HSE PT Trimegah Bangun Persada Tbk (PT TBP), Tony Gultom menyatakan, PT TBP melibatkan akademisi independen untuk turut mendukung kajian PT TBP dalam menjaga perairan di sekitar Pulau Obi, termasuk biota di dalamnya.
"Didukung dengan tim khusus pemantau laut, kami secara rutin melakukan pemantauan di laut sekitar wilayah operasional, termasuk dengan memanfaatkan alat ROV (Remotely Operated Vehicle) yakni kamera bawah laut yang mampu bergerak hingga kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut," terang Tony.
Alat ini bermanfaat dalam perawatan dan pengamatan kondisi bangunan bawah air, seperti pilar dermaga, pipa, setrta pemantauan lingkungan bawah laut dan keanekaragaman hayatinya. Di Maluku Utara, Harita Nickel berhasil melakukan hilirisasi nikel dengan teknologi HPAL (High Pressure Acid Leach) yang mampu memproduksi bahan baku untuk baterai mobil listrik.
"Jadi industri ini harus didukung dan didorong. Ini bisa menjadi pusat perekonomian nasional, dan pertumbuhan ekonomi dari hilirisasi nikel berkontribusi mengurangi tingkat pengangguran di Maluku Utara yang prosentasenya lebih rendah dari rata-rata nasional," ucap Josua.
Baca juga : Buka Sampai 12 April, Mudik Gratis Pekerja Migran Indonesia Asal Jatim
Josua mengatakan hilirisasi nikel akan memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal karena akan membuka peluang rantai pasok bagi industri. Pada gilirannya akan mendorong perbaikan kesejahteraan Maluku Utara.
"Industri nikel ini dampak rambatannya terhadap sektor lain juga sangat banyak. tidak hanya membuka lapangan kerja, namun juga peluang usaha. Di tengah pandemi, jumlah orang bekerja di Maluku Utara terus meningkat. Kenapa? Karena adanya hilirisasi nikel," ujar Josua.
Baca juga : Menteri Bahlil Beberkan Strategi Ala Juventus
Josua mengatakan, kebijakan pemerintah dalam mendukung hilirasi nikel juga telah membuka peluang Indonesia untuk masuk sebagai penyedia pasokan pasar global.
"Kalau tidak ada hilirisasi nikel, potensi yang sangat besar ini tidak ada yang melakukan. Kalau tidak ada pelarangan ekspor bijih nikel, kita hanya dikeruk saja. Sekarang, kita bisa berandai-andai, jika Tiongkok, Korea, Tesla, memakai teknologi dari Maluku Utara. Potensi Maluku Utara ini bisa terus berkembang, jadi rantai, jadi penyuplai, untuk industri mobil listrik global. Ini yang harus didukung bersama," tutup Josua. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.