Sebelumnya
“Kami juga akan terus mendorong pemanfaatan digital untuk memaksimalkan potensi nasabah ritel dengan mengoptimalkan Livin’ by Mandiri. Serta didukung oleh jaringan yang luas melalui 13.068 ATM dan 2.363 cabang termasuk smart branch,” terang Rudi.
Menanggapi ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengaku, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, perusahaan pelat merah difokuskan pada restrukturisasi guna menjaga performa perusahaan.
“Rp 80 triliun, tentu itu angka yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang ada di kisaran Rp 40-an triliun,” ucap Tauhid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Alhamdulillah, Duit Mengalir Ke Kampung Sangat Besar
Menurutnya, dengan capaian tersebut, BUMN menunjukkan kinerja baik.
“Biasanya, capaian dividen tidak jauh dari prognosa keuangan. Tapi capaian ini bisa besar sekali, apakah murni dividen atau ada hasil dari pendapatan lain-lain,” katanya.
Selain itu, setoran dividen terbesar biasanya juga berasal dari Himbara, seperti BRI. Lalu, disusul PT Telkom dan Pertamina.
Baca juga : BCA Salurkan Kredit Hingga Rp 713,8 Triliun Per Maret 2023
“Dividen besar, kan dari BUMN-BUMN yang itu-itu saja kan. Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Telkom, lalu Pertamina,” katanya.
Dia menilai tepat Pemerintah mendorong BUMN agar menghasilkan untung. Terlebih perbankan juga memiliki fungsi sebagai intermediary bank.
“Yang fungsinya juga untuk menahan keuntungan demi membangkitkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.