Sebelumnya
Sejak spin off, Prudential Syariah dipercaya untuk mengelola kontribusi bruto lebih dari Rp2,3 triliun dan pengelolaan total aset hingga Rp6,7 triliun.
“Dengan menjalankan tiga strategi utama: Inovasi, Kolaborasi dan Digitalisasi, kami semakin yakin melangkah serta mendukung salah satu fokus pemerintah, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia," ujar President Director Prudential Syariah Omar Sjawaldy Anwar, dalam keterangannya, Jumat (12/5).
Baca juga : Lepas Dari Jerat Pandemi, AP II Cetak Laba Bersih Rp 91 Miliar Di 2022
Sekadar informasi, perlindungan kepada nasabah dan peserta, diwujudkan berupa pembayaran klaim dan manfaat untuk Prudential Indonesia sebesar Rp 16,6 triliun atau sekitar Rp 45 miliar per hari, dan Rp 1,7 Triliun (Rp 1 Triliun untuk Klaim Dana Tabarru’.
Selain itu Rp 0,7 Triliun untuk Klaim Manfaat Investasi) atau sekitar Rp 4,6 miliar per hari dibayarkan berdasarkan prinsip tolong menolong antar peserta dari Prudential Syariah.
Baca juga : Selama April, Pasar Modal Berhasil Kumpulkan Dana Rp 84 T
Hal ini didukung oleh tingkat kesehatan perusahaan yang salah satunya tercermin dari tingkat solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 520 persen, tingkat solvabilitas.
Prudential Syariah dari Dana Tabarru mencapai 249 persen dan tingkat solvabilitas Prudential Syariah dari Dana Perusahaan mencapai 2.809 persen, dan seluruh tingkat solvabilitas kedua perusahaan jauh di atas ketentuan regulator yaitu 120 persen. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.