Sebelumnya
Dengan model bisnis seperti yang sudah terjalin seperti ini, Teten yakin, hal itu bisa direplikasi di daerah lain. Di mana bahan baku ikan selar bisa diolah hingga memiliki nilai ekonomi yang lebih.
Bahkan, produk setengah jadi ikan bisa untuk industri farmasi, makanan ternak, pupuk organik, herbal, dan produk kecantikan.
"Artinya, produk jadi atau setengah jadi dari Berikan Teknologi Indonesia dan Koperasi Mina Bahari ini bisa masuk ke dalam supply chain atau rantai pasok industri, baik dalam dan luar negeri," katanya.
Seperti di Norwegia sebut Teten, memiliki pendapatan terbesar negaranya berasal dari budidaya ikan salmon, tidak lagi dari sektor migas.
Begitu juga dengan Selandia Baru yang hidup makmur dari pendapatan negara berasal dari susu, daging sapi, dan buah kiwi.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 14 Agustus Hadir Di Mitra 10 Harapan Indah
"Indonesia seharusnya bisa lebih dari itu, karena memiliki keanekaragaman hayati yang lebih lengkap," ucap Teten.
Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina antusias, susu ikan pertama di Indonesia dihasilkan dan diproduksi di Indramayu.
"Kami akan terus mendukung penuh dalam pengembangannya ke depan. Dengan begitu, pihaknya dapat terus meningkatkan status gizi masyarakat dan mampu mengentaskan masalah stunting di wilayahnya.
"Kita mampu memproduksi ikan yang terbesar di Jawa Barat mencapai 40 persen dari total produksi ikan," katanya.
Nina menegaskan, melalui pemanfaatan olahan hasil laut, ikan diolah menjadi aneka makanan atau asupan yang disukai anak-anak.
Baca juga : Mitigasi El Nino, Mentan Panen Dan Gerakan Tanam Padi Di Barito Kuala
"Yang tadinya tidak suka ikan, anak-anak akan suka. Saya yakin, nantinya, anak-anak Indramayu dan Indonesia akan sehat bergizi menuju Indonesia bebas stunting," ucap Nina.
Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Berikan Teknologi Indonesia Yogi Aribawa Krisna menjelaskan, inisiatif produksi hidrolisat protein ikan mulai digulirkan sejak 2016, dalam peringatan Hari Ikan Nasional.
Kemudian, pada 2020, saat pandemi, pihaknya mulai proses desain engineering di Bekasi. Lalu, dilanjutkan pembangunan pabrik dan instalasi mesin di Indramayu.
"Pada 2021 kami menjalankan kemitraan dengan Koperasi Nelayan Mina Bahari di Indramayu dengan melaunching Gerakan Merdeka Protein," kata Yogi.
Tahun ini, pabrik sudah dalam posisi stabil untuk house production, setelah mendapat Sertifikat Kelayakan Produksi (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Jumat 11 Agustus Hadir Di Mitra 10 Jatimakmur
Dengan memiliki sertifikat tersebut, kita sudah memulai langkah usaha memproduksi susu ikan dalam kerja sama Business to Business (B2B).
“Kami berharap, Pemerintah menjadikan Indramayu sebagai pilot project pengembangan produksi susu ikan. Sehingga bisa direplikasi di daerah lain dengan pola Blue Protein dan Blue Economy. Sebab, semua produk hilirisasi ini mengandung hidrolosat protein ikan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.