Sebelumnya
Terkait hal ini, Direktur Segara Research Institute Piter Abdullah melihat, apa yang dicapai oleh Bank Mandiri menjadi bank pertama beraset di atas Rp 2 ribu triliun perlu diapresiasi dan menjadi contoh baik bagi BUMN lainnya.
Menurut Piter, kemampuan Bank Mandiri dalam mengelola dan menyalurkan pinjama, terutama di sektor korporasi, memang sudah tak diragukan lagi.
Baca juga : Moeldoko Tegaskan Konsisten Dorong Pelaksanaan Reforma Agraria
“Untuk itu, ke depan diharapkan Bank Mandiri juga terus memperluas segmen berpotensi lainnya di era mendatang,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Ia melihat, dengan daya tahan bank-bank BUMN lainnya yang diharapkan mengekor Bank Mandiri, akan membuat sektor keuangan tetap terjaga. Terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik.
Baca juga : Cetak Rekor, Aset Bank Mandiri Tembus Rp 2.007 Triliun Di Kuartal III-2023
“Sehingga mampu menopang ekonomi nasional terhadap tantangan global tersebut,” ucapnya.
Piter menekankan, tren suku bunga tinggi juga diperkirakan akan lebih cepat mendorong kenaikan suku bunga deposito, sehingga memaksa bank menekan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Kamis 26 Oktober Hadir Di Bekasi Cyber Park
“Kenaikan suku bunga acuan juga berpotensi menaikkan suku bunga kredit untuk kredit baru. Dampaknya penyaluran kredit akan terhambat,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.