Sebelumnya
Teten menegaskan, Pemerintah sedang menyiapkan indonesia di tahun 2045 menjadi negara maju, yakni negara yang selain pengetahuan dan teknologinya terus berkembang.
Menurutnya, salah satu ukurannya adalah pendapatan per kapitanya, hari ini baru 5.400 dolar AS per kapita, negara menengah atas. Untuk jadi negara maju 20 tahun lagi minimum 13.000 dolar AS per kapita.
"Masalahnya hari ini 97 persen lapangan kerja disediakan sektor mikro dan kecil, rata-rata usahanya bersifat ekonomi subsisten, hanya memenuhi kebutuhan keluarga, sebagian besar informal," ujar Teten.
Menurutnya, di sektor ini paling banyak kuliner anyaman dan sebagainya. Bisa gagal jadi negara maju kalau tidak segera menyediakan lapangan kerja berkualitas. Salah satu program menuju negara yaitu, program industrialisasi atau hilirisasi.
Industrialisasi ini sejak 2008 mengalami deindustrialissasi, kontribusi terhadap PDB hanya 18 persen, sedangkan UMKM sebesar 61 persen, di mana negara ini ditopang UMKM.
Baca juga : Progib Nusantara Apresiasi Program Hilirisasi & Swasembada Energi Prabowo-Gibran
Hal itu harus segera diubah, mengingat industrialisasi penting bukan hanya bahan baku seperti logam, nikel maupun aluminium yang sudah tidak boleh lagi diekspor bahan mentahnya, tetapi juga industrialisasi yang berbasis hasil perkebunan, kelautan dan pertanian.
"Pelan-pelan kita bisa menyediakan lapangan kerja berkualitas, UMKM tidak hanya melahirkan usaha kuliner dan kriya, tapi bisa menghasilkan produk bahan setengah jadi atau jadi menjadi rantai pasok industri makanan farmasi dan industri lainnya," ucap Teten.
Ia berharap, semoga kegiatan Expo UMKM Wakatobi WAVE Tahun 2023 bisa menyemangati semua pihak khususnya Wakatobi yang mulai mengarahkan evolusi UMKM menjadi bagaian rantai pasok dunia dan jadi salah satu kekuatan ekonomi atau industrialisasi bahan baku laut.
Di kesempatan yang sama, Bupati Wakatobi Haliana mengungkapkan, data dari Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Wakatobi, terdapat sebanyak 32.321 pelaku UMKM. Dan dari jumlah tersebut, yang memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) sebanyak 1.100 usaha, dari 47 koperasi yang memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) sebanyak 30 koperasi.
"Diharapkan jumlah tersebut semakin meningkat. Karena saat ini pembuatan NIB NIK sangat dimudahkan baik di Kemendag, Kemenkumham, maupun OSS yang merupakan langkah maju agar bisa dimanfaatkan UMKM, untuk mengakses permodalan dan kapasitas usaha ke depan," ujarnya.
Baca juga : MIND ID Gelar Event Edukasi Hilirisasi Ke Masyarakat
Haliana juga berharap, expo dan festival setiap tahun yang digelar di Wakatobi, menjadi bentuk dukungan bagi UMKM. Dengan menggelar expo tak hanya membantu UMKM promosi tapi juga informasi agar berkolaborasi kemajuan usaha.
"Begitu juga dengan kehadiran PLUT di Wakatobi, bisa menjadi tempat berteduh bagi UMKM, sehingga bisa saling mendukung dan menopang demi kemajuan UMKM di Wakatobi," harap Haliana.
Re-design PLUT Wakatobi
Dalam kegiatan kunjungannya di Wakatobi, Menkop Teten juga melakukan peninjauan di sejumlah fasilitas UMKM di kawasan tersebut yakni, lahan Rumah Produk Bersama (RPB) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).
Teten menekankan, peran dan fungsi PLUT-KUMKM menjadi sangat penting dalam pendampingan koperasi dan UMKM untuk berkembang, serta beradaptasi sesuai perkembangan zaman dengan mengembangkan berbagai layanan yang dibutuhkan para pelaku UMKM.
Baca juga : Airlangga Dorong RI Jadi Pemain Kunci Hilirisasi Komoditas Global
Sehingga diharapkan keberadaan PLUT-KUMKM bermanfaat dalam membantu para pelaku Koperasi dan UMKM mengembangkan usahanya menjadi semakin baik dan meningkat.
Misalnya yang dijual di luar Pasar Wakatobi harus yang memang unggulan wilayahnya. Salah satu potensi itu rumput laut dan ikan. Rumput laut, bisa menjadi rantai pasok industri farmasi, kecantikan dan lainnya.
"Kalau barang setengah jadi bisa dikirim ke berbagai negara lewat logistik diharapkan seperti itu. Keberadaan PLUT bisa membantu dari sisi pelatihan dan kerja sama pengemasan juga. Makanya pengelola PLUT harus orang yang ahli mengelola di bidangnya," imbau Teten.
Diketahui, program re-design PLUT-KUMKM dilakukan dalam upaya mendorong penguatan peran dan fungsi serta peningkatan kualitas layanan PLUT-KUMKM dalam rangka peningkatan produktivitas, nilai tambah, kapasitas dan kualitas kerja, daya saing dan pemulihan usaha Koperasi dan UMKM.
"Kami akan terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan PLUT-KUKM melalui berbagai program dan kegiatan yang diharapkan dapat mengakselerasi kinerja PLUT-KUKM menjadi semakin meningkat," ujar Teten.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.