RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap mata uang saingannya menguat 0,05 persen ke level Rp 15.498 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.506 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,45 persen, yuan China melemah 0,20 persen, ringgit Malaysia minus 0,40 persen, rupee India naik 0,15 persen, baht Thailand minus 0,29 persen, yen Jepang turun 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,11 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,03 persen.
Baca juga : Rupiah Masih Loyo Di Level Rp 15.523
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,09 persen ke level 101,83. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,14 persen ke level Rp 17.000, terhadap poundsterling Inggris naik 0,10 persen ke level Rp 19.713, dan terhadap dolar Australia stagnan di level Rp 10.483.
Analis Keuangan dan Pasar Saham dari DCFX Futures, Lukman Leong melihat, pergerakan rupiah akan menguat imbas turunnya imbal hasil obligasi AS dengan meredanya ekspektasi akan prospek suku bunga The Fed.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Level Rp 15.549
"Tetapi penguatan akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan rapat gubernur BI besok serta data inflasi PCE AS pada hari Jumat," jelasnya, Rabu (20/12/2023).
Ia pun memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.450 sampai Rp 15.550 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.