BREAKING NEWS
 

Kunker Ke Belanda, Teten Tegaskan Indonesia Perlu Belajar Pentingnya Fulfillment Center UMKM

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 22 Januari 2024 19:55 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (kiri) saat melakukan kunjungan kerja dalam kegiatan e-Commerce Fulfillment Center, di Zutphen, Den Haag, Belanda. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Dengan keberadaannya, biaya logistik, biaya pengemasan, hingga inventory bisa ditekan dan lebih hemat serta menjangkau dengan lebih efisien.

“Pada akhirnya, keberadaan Fulfillment Center akan mampu mendorong penurunan harga produk UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat tanpa mengabaikan kualitasnya,” kata Teten.

Lebih lanjut Teten menekankan, dalam hal populasi, Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

Adsense

Pada 2023, populasi Indonesia mencapai 278,69 juta orang. Dalam hal perkembangan, Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi negara maju pada tahun 2030.

Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah Indonesia berusaha meningkatkan daya saing Indonesia. Infrastruktur untuk konektivitas dan inovasi menjadi prioritas Pemerintah, banyak pencapaian yang telah dicapai di bidang infrastruktur.

Baca juga : Airlangga: Indonesia Pemimpin, Bukan Hanya Penonton Forum Internasional

Dalam hal pertumbuhan ekonomi, di antara negara-negara G-20, Indonesia adalah yang kedua terbesar setelah China, yang pertumbuhan ekonominya adalah 5,3 persen.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat dipertahankan sekitar 4,5-5,3 persen. Indonesia juga berhasil memimpin G20 pada tahun 2022. Tahun 2023, Indonesia juga menjadi Presidensi ASEAN,” katanya.

Dalam kaitannya dengan kerja sama dan pembangunan UKM, di mana dalam kepemimpinannya, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) telah mencoba yang terbaik untuk mempromosikan koperasi modern dan harus terlibat dalam ekonomi digital dan demikian juga UKM.

“Pertumbuhan perusahaan-perusahaan kecil juga sangat mengejutkan. Pada 2009, ada 52,77 juta UKM dan pada tahun 2013 telah menjadi 57,9 juta UKM atau tumbuh sekitar 2,41 persen per tahun dan tahun 2023 telah mencapai 64 juta UKM,” sebut Teten.

Peran UKM tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk penciptaan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan. UKM telah berkontribusi lebih dari 97,2 persen untuk penciptaan pekerjaan dan 60,5 persen untuk GDP.

UKM Inovatif

Baca juga : Nuning Tekankan Pentingnya Network Centric Warfare

Tak hanya itu, pada 2023 di beberapa kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan melakukan hilirisasi industri secara menyeluruh di semua sektor, termasuk UKM.

Menurutnya dengan hilirisasi Indonesia dapat memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan per kapita per tahun.

Menurut hitungan Bappenas, jika hilirisasi industri berjalan lancar maka pendapatan per kapita Indonesia dalam 15 tahun mendatang akan mencapai 15.800 per dolar Amerika Serikat (AS) dan akan melonjak lagi sebesar 25.000 per dolar AS per tahun pada 2045.

Teten menuturkan, mayoritas UKM di Indonesia adalah milik mikro dan kecil, fokus kami dalam mempromosikan UKM Indonesia adalah memperluas akses ke keuangan (bank dan non-bank, termasuk koperasi), meningkatkan produk standardisasi dan sertifikasi mereka untuk akses pasar, meningkatkan teknologi dan inovasi untuk produktivitas dan daya saing mereka.

“Kewirausahaan adalah salah satu program prioritas kami untuk mendorong pengembangan pengusaha muda untuk mengurangi pengangguran,” jelasnya.

Baca juga : Kepala BNPT Ingatkan Pentingnya Rawat Nilai Kebangsaan

Kemudian mempromosikan UKM inovatif melalui peran Inkubator Bisnis dan Teknologi juga penting untuk menciptakan UKM yang kompetitif.

Namun diakuinya, kapasitas Bisnis dan Teknologi Inkubator Indonesia masih relatif kurang di belakang negara-negara lain di ASEAN.

“Untuk itu, kami ingin belajar dari pihak Belanda tentang mempromosikan UKM inovatif melalui peran Inkubator Bisnis dan Teknologi,” ungkap Teten.

Lebih dari itu sambung Teten, untuk menjadi pusat pertanian dan budidaya perairan global, ASEAN menghadapi tantangan dalam menyediakan ekosistem bisnis yang memfasilitasi usaha mikro dan kecil untuk tumbuh dan berkembang melalui Koperasi dan kemitraan rantai pasok.

“Saya tahu bahwa Belanda sangat kuat di rantai nilai global. Selama kunjungan ini, kami juga ingin mengunjungi beberapa UKM di Belanda yang terkait dengan rantai pasokan global, terutama di industri pertanian, akuakultur, dan manufaktur,” ucap Teten.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense