BREAKING NEWS
 

Solo Diusulkan Menjadi Pusat Promosi UKM Sawit

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 22 Mei 2024 17:00 WIB
Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelapa sawit telah menjadi bagian dari produk-produk Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) baik dalam bentuk pangan, kerajinan, dan non-pangan. Upaya memajukan UKMK sawit telah dilakukan agar meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku UKMK. 

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2024). 

“Majalah Sawit Indonesia dan BPDPKS telah bekerjasama untuk mendukung pemberdayaan pelaku UKMK khususnya di Solo. Kegiatan Temu UKMK Sawit telah dilakukan juga pada tahun 2023. Dan di tahun ini, kami menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari edukasi manfaat serta kontribusi kelapa sawit bagi Indonesia,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik, Qayuum Amri, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2024).

Qayuum menjelaskan, Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu UKM Sawit karena perkembangan jumlah pelaku UKM bertambah pesat. Pada 2023, jumlah UKM sebanyak 13.203  pelaku usaha di mana terjadi kenaikan 18,33 persen dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 11.157 pelaku usaha. Faktor lainnya adalah pesatnya kegiatan berskala nasional dan internasional yang menempatkan Solo sebagai destinasi kota MICE (meeting, incentive, convention and exhibition) yang membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga : Salurkan Dana Pensiun, Asabri Gaet Pos Indonesia

“Karena itulah, kami ingin mengusulkan Solo dijadikan Pusat Promosi UKM Sawit agar masyarakat dan wisatawan mengetahui manfaat serta kebaikan sawit bagi Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui batik, makanan, dan kerajinan yang memiliki kandungan sawit dapat belajar langsung dari pelaku UKM di Solo dan sekitarnya,” ujar Qayuum yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia.

Kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik ini dibuka oleh Gatot Sutanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta.”Kami menyambut baik usulan Solo untuk dijadikan pusat promosi UKM sawit dalam rangka mengedukasi masyarakat dan melawan kampanye negatif sawit,” ujar Gatot yang mewakili Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya.

Adsense

Gatot Sutanto mengakui industri kelapa sawit menghadapi kampanye negatif berkaitan isu lingkungan dan persaingan antar minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, dan olive oil. Karena itulah kegiatan promosi seperti Temu UKMK sangat dibutuhkan untuk menyebarkan manfaat positif kelapa sawit kepada masyarakat terutama pelaku UKM.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, pihaknya memilki perhatian besar bagi kemajuan UKM yang menjadi pengguna  utama produk kelapa sawit. Ada sejumlah produk UKM yang didukung BPDPKS untuk dapat berkembang dan dikenal masyarakat seperti helm, rompi anti peluru, dan batik malam sawit.

Baca juga : Luhut Ingin Jadi Penasihat Prabowo, PKB: Sudah Pas Itu

“BPDPKS sangat terbuka untuk mendukung kemajuan UKM sawit  yang dapat mengembangkan produknya di bidang makanan dan kerajinan,” ujarnya.

Qayuum menjelaskan, industri kelapa sawit menjadi sektor komoditas utama bagi penerimaan negara yang berkontribusi sebesar Rp 500 triliun setiap tahun. Sektor ini juga membuka lapangan kerja lebih dari 16 juta orang baik secara langsung dan tidak langsung. 

Pemanfaatan kelapa sawit, dikatakan Qayum, telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat selama 24 jam. Sebagai contoh, masyarakat menggunakan sabun, pasta gigi, shampoo, dan kosmetik yang memiliki kandungan minyak sawit di dalamnya. Begitupula saat menggunakan kendaraan, minyak sawit telah dipakai sebagai bahan bakar dalam bentuk biosolar dan direncanakan akan dibuat bensin sawit.

“Mulai dari bangun tidur lalu bekerja sampai tidur lagi, kelapa sawit telah digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” urainya. 

Baca juga : PSI Dukung Luhut Jadi Penasihat Prabowo

Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dalam diskusi yang terbagi dua sesi. Di antaranya Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Wahyu Kristina; Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Helmi Muhansyah; Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Surakarta, Muhammad Fajar Arifin; Wakil Rektor I INSTIPER Yogyakarta, Dr. Maria Ulfah; CEO Sm-art batik, Miftahudin Nur Ihsan; dan Koordinator Jaringan Perempuan Usaha Kecil, Janthi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense