BREAKING NEWS
 

Genjot Adopsi Digital

Bukalapak Fokus Garap Warung Tradisional

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : FAZRY
Selasa, 12 November 2019 08:08 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Bukalapak bakal fokus menggarap warung tradisional dalam lima tahun ke depan. Hal itu dilakukan guna meningkatkan adopsi digital dan inklusi keuangan di masyarakat.

Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid mengungkapkan, sejak diluncurkan dua tahun lalu, Mitra Bukalapak kini telah berjumlah lebih dari 2,5 juta.

Serta mentransformasi lebih dari 1,2 juta warung tradisional di 477 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Warung-warung tradisional yang persebarannya hingga ke pelosok negeri merupakan pendorong geliat ekonomi yang berkontribusi terhadap 65-70 persen transaksi ritel Indonesia,” ujar Fajrin dalam keterangannya, kemarin.

Data dari laporan CSLA pada September 2019 yang berjudul “E-warung, Indonesia’s New Digital Battleground”, disebutkan setidaknya ada enam juta warung tradisional di pelosok Nusantara.

Sementara, laporan Temasek, Bain & Company, dan Google yang berjudul “e-Conomy SEA 2019” menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai 40 miliar dolar AS.

Baca juga : Gandeng Bukalapak, BNI Hadirkan Tabungan Wirausaha

“Melalui Mitra Bukalapak, kami mengenalkan sistem pem￾bayaran baru kepada masyarakat melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan meningkatkan kapasitas bisnis melalui penjualan token listrik, pulsa, dan produk virtual lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya percaya, teknologi harus dapat diakses oleh siapa saja. “Teknologi tidak terbatas dan dapat diakses berbagai latar belakang usia dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Fajrin.

Pada bulan Agustus lalu, Mitra Bukalapak mendukung Bank Indonesia dalam mengimplementasikan QRIS di 1000 Mitra Bukalapak. Ini untuk memungkinkan warung-warung tradisional yang tergabung dalam program ini agar dapat me nerima pembayaran Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, dan lainnya.

Ke depan, implementasi QRIS akan dilakukan di 10.000 Mitra Bukalapak hingga Desember 2019. Menyusul pada bulan Oktober, Bukalapak berhasil menjadi marketplace pertama yang bekerja sama dengan Google Bisnisku.

“Saat ini, sekitar 95.000 warung Mitra Bukalapak yang telah mendaftarkan bisnisnya di Google Bisnisku dapat muncul pada halaman pencarian seperti Google Maps dan penelusuran Google,” tuturnya.

Adsense

Kerja sama dengan pemerintah juga turut dilakukan. Beberapa di antaranya adalah kerja sama Bukalapak dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Baca juga : Genjot Investasi Perikanan, RI Gandeng Maroko

Terbaru, Bukalapak siap bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM). Cakupan utama yang sedang digiatkan adalah pembiayaan pinjaman usaha Mitra Bukalapak yang dikenal dengan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Chief Strategy Officer Bukalapak Teddy Oetomo mengungkap, sinergi dengan Kemenkop mencakup strategi pengembangan UMKM di Indonesia. Antara lain melalui pemberdayaan pelapak, mitra Bukalapak hingga dukungan bisnis berbasis digital seperti akses permodalan dan pemasaran.

“Bukalapak siap bekerjasama dan bersinergi dengan Kemenkop-UKM untuk mendukung rencana pemerintah mengembangkan UMKM,” ujar Teddy.

Hal itu merupakan realisasi komitmen Bukalapak sebagai unicorn yang peduli dengan perkembangan UMKM. Juga untuk terus mendukung program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Inovasi Bukalapak akan selalu berfokus pada kualitas hidup masyarakat, sehingga pembangunan ekosistem online ritel yang kokoh akan terus dilakukan tidak hanya di kota-kota besar, akan tetapi juga menjangkau ke seluruh pelosok negeri,” imbuh Teddy.

Ia mengatakan, Bukalapak juga terus mendorong UMKM agar go digital sehingga bisa lebih cepat berkembang.

Baca juga : Mendagri: Kesbangpol, Kunci Stabilitas Daerah dan Nasional

“Bukalapak juga mendampingi pelaku usaha melalui pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Ini dilakukan agar dapat menaik kelaskan pelaku UMKM untuk lebih optimal dalam berbisnis secara online. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang berbasis digital akan segera terwujud.

Untuk pengembangan UMKM, Bukalapak juga memberi bantuan teknologi dan logistik agar pe ngiriman logistik dapat dilakukan lebih cepat, serta harga di warung lebih efisien.

Melalui mitra Bukalapak, warung dapat semakin naik kelas karena semakin terhubung dengan teknologi. Teddy mengatakan, pemberdayaan warung juga semakin kuat dengan adanya kolaborasi dengan pemerintah melalui program UMi.

“Program kerja sama ini memungkinkan pemilik warung mendapat pembiayaan pinjaman usaha maksimal Rp 10 juta per nasabah,” ujar Teddy.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, bahwa program Bukalapak untuk membangun ekosistem teknologi yang tangguh bagi UMKM dan pengembangan masyarakat yang inklusif, sejalan dengan program kementeriannya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense