BREAKING NEWS
 

Eksklusif Dengan Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi

Stok Beras Aman, Harga Terjangkau

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 5 Juli 2024 08:20 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi saat diwawancara Rakyat Merdeka di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (3/7/2024). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Bulog sering disebut bersaing dengan tengkulak dalam hal pengambilan beras. Bagaimana Anda menanggapinya?

Begini situasinya. Konsep dasarnya adalah masyarakat harus dapat beras. Misalnya, tengkulak mengambil beras, masyarakat tetap membelinya karena beras itu dijual di pasar. Jadi, pernyataan bahwa Bulog dan tengkulak bersaing, tidak sepenuhnya tepat. Bagi Bulog, yang penting adalah beras tetap tersedia di masyarakat.

Adsense

Yang sering dihadapi Bulog adalah kurangnya stok beras. Karena itu, Bulog sering kali membiarkan tengkulak mengambil terlebih dahulu. Setelah tengkulaknya puas, barulah Bulog menyerap sisa beras.

Apa tidak khawatir Bulog tak mendapat pasokan?

Baca juga : Hacker PDN Baik Hati, Tapi Ngancam...

Bulog mendapat dukungan dari APBN, sedangkan pengusaha (atau tengkulak) harus memperhatikan likuiditas. Misalnya, jika dia membeli 1.000 ton beras dengan harga Rp 15.000 per kilo, itu berarti mereka mengeluarkan Rp 15 miliar. Jika uang tersebut tidak berputar, pengusaha bisa merugi.

Karena itu, justru banyak penggilingan besar milik pengusaha yang bekerja sama dengan Bulog. Bagi Bulog, yang penting adalah memiliki stok. Sementara bagi penggilingan, yang penting bisnis tetap berjalan. Akhirnya, penggilingan menjual beras ke Bulog.

Dan perlu diingat, Bulog juga tidak hanya menyimpan stok, tetapi juga menyalurkannya. Prinsipnya, barang harus selalu tersedia. Oleh karena itu, Bulog banyak bekerja sama dengan Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi). Pada akhirnya, tengkulak adalah penggilingan itu sendiri. Biasanya, di awal musim panen, Bulog membiarkan tengkulak menyerap beras terlebih dahulu. Setelah itu, barulah Bulog mulai menyerap beras yang tersisa.

Memang biasanya terjadi persaingan di harga, kan?

Baca juga : Peta Pertarungan Di Jabar, Emil Tak Terkejar

Tentu saja, persaingan terjadi di harga karena mereka juga harus bekerja. Penggilingan harus beroperasi karena harus membayar upah buruh, biaya listrik, bunga, dan lain-lain. Mereka harus menjual produk, dan butuh bahan baku. Di sisi lain, ini menunjukkan bahwa masalah fundamental ada pada produksi.

Apa saja strategi yang dilakukan Pemerintah untuk menjaga harga beras tetap stabil?

Pemerintah sudah memiliki strategi pengendalian harga di tengah berbagai persoalan seperti El Nino dan keterbatasan rantai pasok dunia. Saat ini, ada negara-negara yang melarang ekspor beras, sehingga sulit bagi kita untuk menahan harga agar tidak naik. Strategi pertama adalah memberikan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras per bulan kepada 22 juta rumah tangga miskin. Tahun ini, selama 9 dari 12 bulan, pemerintah memberikan beras gratis. Ini membuat mereka lebih tenang. Beras 10 kilogram untuk 10 hingga 12 hari. Program ini sangat membantu karena kelompok ini adalah yang paling gelisah ketika tidak punya beras, dan mengandalkan tenaga fisik sebagai modal hidup. Sehingga butuh beras untuk bisa terus bekerja.

Strategi kedua, untuk kelompok pendapatan UMR seperti buruh, dengan memberikan alternatif beras Bulog. Yang kualitasnya bagus, dan harganya terjaga yaitu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras ini disubsidi sekitar Rp 1.500 per kilogram, sehingga harganya lebih murah dari harga pasar.

Baca juga : Wapres Dukung Rencana Dibentuknya Satgas PPDB

Strategi terakhir, untuk kelompok masyarakat mampu. Kita menjual beras premium seperti Pandan Wangi Super Sentral dan Ramos, yang harganya menyesuaikan pasar. Beras jenis ini memang mahal, tetapi pasokannya ada.

Prinsip menjaga kestabilan harga itu, idealnya: harga murah dan barang tersedia. Tapi, jika tidak bisa murah, paling tidak barangnya harus ada.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense