BREAKING NEWS
 

Airlangga Ungkap Kunci Investasi Rp 381 Triliun Di Rempang Ecocity Bisa Mulus

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Sabtu, 13 Juli 2024 08:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kian serius menggarap Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, terutama Kawasan Rempang Ecocity, yang kini menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau. 

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor BP Batam, Jumat (12/07), berbagai langkah strategis dibahas untuk mengakselerasi pengembangan Rempang Ecocity. 

"Pada prinsipnya, berbagai hal telah dibahas. Terutama untuk ketersediaan anggaran, kesiapan pembangunan rumah dan infrastruktur, serta rencana investasi ke depannya," ungkap Menko Airlangga di hadapan awak media usai rapat.

Baca juga : Airlangga Dorong Koperasi Gaet Generasi Muda Dan Digitalisasi Di Era Disrupsi

Rapat ini juga menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian dan lembaga, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mendukung percepatan pembangunan, baik dalam hal relokasi masyarakat maupun realisasi investasi.

Adsense

Airlangga meminta Forkopimda untuk rutin berkoordinasi demi kelancaran realisasi PSN. "Tentunya dari kementerian terkait, seperti PUPR dan Kementerian LHK, perlu menyelesaikan hal-hal yang diperlukan, terutama untuk ketersediaan lahan," tambahnya.

Proyeksi investasi di Kawasan Rempang ini mencapai Rp 381 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 308.000 orang hingga tahun 2080. 

Baca juga : Cuaca Bogor Hari Ini Rabu, 10 Juli Diramal Hujan Sore Nanti, Sisanya Mendung

Untuk memuluskan investasi tersebut, Airlangga menekankan pentingnya harmonisasi iklim investasi di Indonesia. 

"Kalau iklim investasi di kita tidak segera diselesaikan, banyak wilayah di dunia ini siap menampung. Jadi makanya kita perlu melakukan harmonisasi agar situasinya kondusif dan investasi bisa masuk. Mumpung Indonesia lagi diminati," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, hadir pula sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Walikota Batam Muhammad Rudi yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, jajaran Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam, serta sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense